Aspal Koyak Ancam Pengendara, Jl Perintis-Urip  Bakal Dibongkar Ulang

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Perbaikan jalan di ruas protokol di Kota Makassar tidak maksimal. Aspal yang berusia muda justru sudah terkoyak.


Ruas jalan protokol yakni Jl Urip Sumohardjo dan Jl Perintis Kemerdekaan dalam pemeliharaan rutin oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan. Kedua ruas jalan di Kota Makassar ini merupakan jalan nasional.


Pada Desember 2025 lalu, pemeliharaan telah selesai dilakukan. Pengaspalan mulanya tampak membuahkan hasil yang baik, yang dapat dilihat pada ruas di sepanjang depan Kodam XIV Hasanuddin.

Namun, pada ruas jalan yang lain kondisinya berbeda. Ruas jalan yang baru diaspal dan belum berusia sebulan justru sudah koyak.

Aspal baru mengelupas dan membuaat medan jalan menjadi bergelombang. Lubang-lubang yang ditambal dengan aspal baru justru menjadi ruas jalan yang tidak rata, jauh dari kata mulus, dan membahayakan pengendara atau pengguna jalan.


Kondisi terburuk berada pada titik-titik sepanjang jalan Perintis Kemerdekaan mulai dari depan Kantor Dinas Pendidikan Sulsel, Maxi Store, Universitas Hasanuddin, Jl Bung. Lalu di Jl Urip Sumohardjo di depan Aspol Panaikang dan sebelum Kantor Gubernur Sulsel.


Kondisi ini sangat membahayakan pengendara. Sebab, ruas jalan nasional tersebut memiliki kualifikasi Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) tinggi. Kepadatan kendaraan pada siang hari dengan kondisi jalan bergelombang akan membuat pelambatan kendaraan dan menambah kemacetan.


Pada malam hari, kondisi justru semakin membahayakan. Sebab, kendaraan yang melaju kencang seringkali tidak mengetahui kondisi jalan yang bergelombang. Apalagi, saat ini di tengah musim hujan. Ruas jalan itu tergenang air.


Salah seorang pengendara, Andi Bahri (44) mengatakan, bahwa setiap hari dirinya melintasi jalan tersebut dalam kondisi was-was. Sebab, beberapa hari belakangan titik yang bergelombang semakin bertambah.


“Beberapa kali sempat hampir jatuh. Apalagi kalau sementara hujan atau sudah hujan, jalanan licin,” katanya, saat diwawancarai FAJAR, Senin, 12 Januari 2025.


Pengguna jalan lainnya, Shinta (25) mengaku ruas jalan tersebut tidak hanya berbahaya bagi pengendara motor, tetapi juga roda empat. Jalan yang bergelombang membuat kendaraan berpotensi saling bertubrukan.
“Semoga ini cepat diperbaiki lagi, karena bahaya untuk pengguna jalan. Setelah diaspal justru tambah rusak,” ketusnya.


Kasatker PJN 3 BBPJN Sulsel Malik menerangkan bahwa ruas jalan tersebut sejatinya sudah selesai diaspal pada Desember lalu. Namun, karena kondisi hujan deras yang berlangsung berhari-hari belakangan ini menyebabkan aspal terkelupas.


“Selesaimi sebenarnya cuma basah terus pas selesai diaspal hujan terus. Lagi diubah semua itu. Sudah digali mi itu, lagi perbaikan,” ujar Malik.


Menurut informasi yang dia terima dari kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut, rata-rata yang mengalami kerusakan adalah ruas yang berada di bawah pohon sehingga kurang terkena sinar matahari.

Hujan yang terus-menerus menyebabkan aspal membutuhkan waktu yang lama untuk kering, hingga akhirnya koyak lebih dahulu.
Saat ini, ruas jalan yang rusak tengah dikerjakan dengan alat berat dengan intervensi CMM.

CMM digunakan untuk mengeruk atau mengupas lapisan aspal lama yang rusak atau aus secara dingin (tanpa pemanasan), menghasilkan permukaan yang rata dan siap untuk dilapisi aspal baru atau beton, serta material hasil kerukan (RAP) bisa didaur ulang.


“Sekarang kita CMM semua yang rusak, kalau bagus kondisi cuaca segera diaspal,” terangnya.


Malik menjelaskan bahwa proyek pemeliharaan sudah berakhir kontraknya pada Desember 2025. Namun, kontraktor yang mengerjakan perbaikan jalan tersebut tetap bertanggung jawab dalam melakukan pemeliharaan.


Sebelumnya, ada sepanjang 2,3 km secara akumulasi ruas jalan yang dilakukan perbaikan. Titik-titiknya beredar di sepanjang jalan nasional. Sepanjang 1,63 km di Jl Perintis Kemerdekaan, 0,7 km di Jl Urip Sumohardjo.


“Lagi perbaikan itu, karena kemarin hujan-hujan. Lagi dibongkar. Diperbaiki lagi kembali. Tetap kita aspal. Iye. Kan selesaimi kontrak, ada kerusakan, jadi diperbaiki kembali dalam masa pemeliharaan, ada jaminannya toh dibenahi kembali,” tandas Malik.


Selain ruas jalan, BBPJN Sulsel juga telah merampungkan pengerjaan U-ditch pada drainase di sepanjang jalan nasional dengan total 1.900 meter. Rinciannya 578,4 meter di Jl Sultan Alauddin, 1.110 meter di Jl Urip Sumohardjo, dan 219,8 meter di Jl Perintis Kemerdekaan.


Pengamat Transportasi dari UIN Alauddin Makassar, Nur Syam AS mengemukakan, bahwa kondisi aspal jalan yang baru namun mudah terkelupas dapat disebabkan beberapa faktor misalnya kualitas material yang digunakan, termasuk metode dalam pengerjaannya.

Kedua hal ini seharusnya mendapatkan pengawasan yang ketat, khususnya yang menyangkut material dan metode pelaksanaan.


Dalam pelaksanaannya, ada beberapa hal yang perlu dicermati. Ia menjelaskan, secara umum di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, karena sifatnya proyek berbasis anggaran tahunan, hampir semua kegiatan pembangunan infrastruktur biasanya dilaksanakan di akhir tahun.


Pada akhir tahun, pekerjaan sering kali dikejar waktu karena berkaitan dengan laporan pertanggungjawaban kegiatan, di mana anggaran tahun berjalan tidak memungkinkan untuk digunakan menyeberang ke tahun berikutnya, kecuali untuk proyek yang bersifat berkelanjutan (multiyears).


“Kondisi seperti ini sering membuat pengerjaan dipercepat tanpa memperhatikan atau mempertimbangkan kualitas secara optimal. Itu faktor pertama. Faktor kedua, di akhir tahun, khususnya di wilayah selatan, kita sudah mengetahui bahwa mulai bulan November hingga Maret atau April, intensitas curah hujan sangat tinggi. Pada saat yang sama, pekerjaan proyek tetap dilaksanakan, termasuk pengaspalan,” ulas Dosen Perencanaan Wilayah Kota UINAM itu, saat diwawancarai FAJAR, Senin, 12 Januari 2026.


Ancu sapaannya, mengemukakan bahwa pengaspalan sangat rentan terhadap air. Walaupun teknologi pengerjaan aspal sudah ada, namun yang digunakan saat ini di Sulsel, dengan permukaan aspal yang masih basah kemudian ditaburi aspal menimbulkan potensi aspal tidak merekat dengan baik.

Fakta di lapangan menunjukkan, seperti yang terjadi di Jalan Perintis dan Jalan Urip Sumoharjo, banyak bagian jalan yang terkelupas.


“Artinya, pada kondisi yang sebenarnya belum siap dan matang untuk dikerjakan, proyek tetap harus dilaksanakan karena keterikatan pada jadwal dan anggaran. Akibatnya, kualitas jalan yang sudah diaspal mengalami kerusakan kembali,” tambah Ancu sapaannya.


Dalam kondisi seperti ini, dampaknya bagi pengguna jalan menjadi besar, khususnya pengendara sepeda motor yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kecelakaan tunggal. Jalan yang rusak, bahkan hanya karena hasil pengerukan aspal, sudah bisa menyebabkan kecelakaan.

Apalagi bagi pengguna jalan yang sebelumnya mengetahui jalan tersebut mulus, lalu tiba-tiba ada kerusakan atau perbaikan tanpa disadari, risikonya menjadi sangat besar.


Untuk kendaraan roda empat, tingkat kerentanannya memang relatif lebih kecil dibandingkan sepeda motor. Namun, dampak lainnya adalah terhadap kelancaran lalu lintas.

Dengan kondisi lalu lintas di kedua ruas jalan tersebut yang cukup padat, adanya kerusakan atau aktivitas perbaikan jalan pasti menimbulkan perlambatan arus lalu lintas. Hal ini kemudian berpotensi menyebabkan kemacetan.


Kemacetan lalu lintas tentu berdampak lebih luas, mulai dari aspek ekonomi, lingkungan, hingga sosial. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi secara berkelanjutan terhadap kondisi ini.


“Makassar hari ini tentu bukan baru terbentuk kemarin, artinya sudah ada pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran. Dari situ seharusnya bisa ditarik kesimpulan bahwa kondisi iklim di Makassar, dengan intensitas curah hujan tinggi pada bulan Desember hingga Januari dan seterusnya, harus benar-benar menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan proyek infrastruktur,” tandasnya. (uca)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dian Siswarini Yakin Kinerja Saham TLKM Mentereng Berkat Transformasi
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Ekonominya Memprihatinkan, Ressa Tegas Bantah Pernah Dapat Rumah Hingga Mobil dari Denada
• 29 menit lalutvonenews.com
thumb
TNI AL Sigap Bantu Pengendara Terjebak Banjir di Jakarta Utara
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Dirreskrimum Polda Metro soal Pelaporan Pandji: Semua Boleh Berpendapat, tapi Pelapor Juga Punya Hak
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
DPR RI Buka Masa Persidangan III 2025–2026, 294 Anggota Dewan Hadir
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.