Berkaca dari Covid, Airlangga Ingatkan Pentingnya Stabilitas Pangan di Tengah Konflik Geopolitik

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya kemandirian pangan nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Berkaca dari Covid, Airlangga Ingatkan Pentingnya Stabilitas Pangan di Tengah Konflik Geopolitik. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya kemandirian pangan nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Menurutnya, ketahanan dan keamanan pangan menjadi faktor krusial bagi sebuah negara untuk tetap menjaga eksistensinya.

Airlangga mengatakan Indonesia harus memiliki daya tahan dalam berbagai situasi krisis. Dia menyebut pengalaman saat pandemi Covid-19 pada 2022 menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia, di mana saat itu, sejumlah negara menerapkan embargo ekspor pangan demi melindungi kebutuhan domestik masing-masing.

Baca Juga:
Pemerintah Gulirkan Work From Mall Selama Libur Akhir Tahun, Ini Penjelasan Airlangga

"Kita melihat bagaimana negara melakukan embargo ekspor pangan, sehingga itu pelajaran berharga bahwa kita harus mandiri secara pangan agar dalam situasi krisis ataupun situasi apapun kita bisa bertahan dan kita punya resiliensi terhadap pangan kita," kata Airlangga di Menara Kadin, Jakarta pada Selasa (13/1/2025).

Dia menekankan, dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 282 juta jiwa, pangan dan konsumsi masyarakat menjadi aspek yang sangat penting dalam menopang stabilitas nasional. Airlangga mengibaratkan ketahanan pangan layaknya pasokan makanan bagi industri.

Baca Juga:
Sejumlah Menteri Mulai Berdatangan di Hambalang, Ada Purbaya hingga Airlangga

"Jadi kalau pangan aman, pabrik aman. Kalau pangan tidak aman, pabrik tidak aman. Nah itu secara nasional juga kita harus jaga. Yang paling penting segonya, nasinya mesti aman. Jadi kalau nasi aman, lauk-lauk yang lain juga aman. Jadi ini yang kita perlu jaga," kata Airlangga.

Baca Juga:
Airlangga Terima Kunjungan Wamenlu Italia, Bahas Peningkatan Perdagangan di Uni Eropa

Prinsip tersebut, kata dia, juga berlaku dalam skala nasional. Beras sebagai pangan utama masyarakat Indonesia harus dijaga ketersediaan dan stabilitasnya. 

"Alhamdulillah kita di tahun kemarin produksinya 34,71 juta ton. Dan itu salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah. Dan di angka tersebut itu juga terjadi lonjakan produksi sebesar 3,52 juta ton," kata dia.

Meski demikian, Airlangga juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga dan inflasi pangan. Dia menyebut inflasi pangan saat ini berada di kisaran 6,21 persen. Namun di sisi lain, kondisi tersebut turut berdampak positif terhadap kesejahteraan petani.

"Inflasi kita sudah di angka 6,21 persen untuk pangan. Namun kita juga harus bersyukur bahwa dengan naikan harga dan harga-harga yang relatif baik ini, nilai tukar petani juga tertinggi sepanjang beberapa tahun terakhir," kata dia.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pertamina Alirkan 125 Ribu KL BBM dari Terminal Tanjung Batu ke Indonesia Timur
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Pandji, Mens Rea, dan Tawa yang Dianggap Mengganggu
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Banjir dan Longsor Landa Kudus, Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Nasib Stadion Sudiang Calon Markas PSM Makassar: Tetap Dibangun di Tengah Bayang Sengketa Lahan 
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Buka Masa Sidang 2026, Ketua DPR Puan Singgung Mitigasi Bencana hingga Pemberlakuan KUHP Baru
• 5 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.