Dokter Gigi Ini Larang Pakai Obat Kumur 2 Kali Sehari, Alasannya Mengejutkan

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama puluhan tahun, berkumur dengan cairan pembersih mulut yang memberikan sensasi dingin dan pedas dianggap sebagai standar emas kebersihan rongga mulut. Namun ahli kedokteran gigi asal California, Amerika Serikat, baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras yang cukup mengejutkan yaitu ritual pagi tersebut mungkin lebih banyak membawa mudarat daripada manfaat, terutama bagi kesehatan jantung dan metabolisme.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Dokter gigi yang berbasis di San Francisco, dr Mark Burhenne, mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan kembali penggunaan obat kumur antiseptik. Nasihatnya sangat lugas dan tanpa basa-basi.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Jangan Anggap Sepele Gigi Goyang di Orang Dewasa
  • Buku Broken Strings Karya Aurelie Moremans Dibuat dalam Bentuk Cetak
  • Enggak Cuma Susu Sapi, Ini Deretan Pangan Lokal Kaya Kalsium untuk Anak

"Di usia 30-an, ahli kardiologi akan menyuruh Anda 'membuang' obat kumur Anda ke toilet. Sangat penting bagi Anda untuk menanggapi saran ini dengan serius," ujarnya dikutip dari laman Hindustan Times pada Selasa (13/1/2026).

Alasan di balik pernyataan drastis ini terletak pada ekosistem halus di dalam mulut yang sering kali kita abaikan. Inti dari peringatan dr Burhenne berkaitan erat dengan koneksi antara bakteri mulut dan produksi oksida nitrat (nitric oxide). Selama ini kita diajarkan untuk memandang semua bakteri sebagai kuman yang harus dibasmi, padahal lidah manusia menampung mikroba bermanfaat yang memainkan peran kritis dalam kesehatan kardiovaskular.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Bakteri spesifik ini, ujar dr Burhenne, bertanggung jawab memproduksi sekitar 50 persen oksida nitrat dalam tubuh. "Tidak ada bakteri sama dengan tidak ada oksida nitrat, yang artinya tekanan darah Anda akan melonjak tinggi. Jika kita mengabaikan mulut, itu tidak hanya membahayakan jantung tetapi juga seluruh tubuh," ujarnya.

Ketika obat kumur antiseptik yang kuat digunakan untuk "membantai" mikrobioma oral, cairan tersebut tidak hanya membunuh bakteri penyebab bau mulut, tetapi juga melenyapkan pabrik biologis yang membantu mengatur aliran darah dan kesehatan pembuluh darah. Dampak jangka panjangnya pun tidak main-main. Untuk memperkuat argumennya, dr Burhenne mengutip sebuah studi selama tiga tahun yang menyoroti bahaya sistemik dari penggunaan obat kumur yang berlebihan.

Data menunjukkan bahwa kebiasaan berkumur dua kali sehari dikaitkan dengan risiko diabetes 49 persen lebih tinggi dan hampir dua kali lipat risiko tekanan darah tinggi (hipertensi). "Saya seorang dokter gigi dan saya tidak akan pernah menggunakan obat kumur dua kali sehari," kata dr Burhenne. Ia menjelaskan bahwa oksida nitrat adalah molekul vital yang menjaga pembuluh darah tetap fleksibel. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ameera Network (@ameeranetwork)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Efek Chaos Manchester United, Roma Mundur Teratur dari Joshua Zirkzee?
• 21 menit lalutvonenews.com
thumb
Pembangunan Huntara di Palembayan Kabupaten Agam Ditargetkan Selesai Sebelum Ramadhan
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Anggota Terseret Kasus Suap Pajak, IKPI Siap Beri Sanksi Pemecatan
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Pakar Ungkap Arti Penting Peresmian RDMP Balikpapan
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Hujan sejak dini hari, warga Bekasi diminta tingkatkan kewaspadaan
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.