Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memusatkan perhatian pada permasalahan kesehatan yang menghantam wilayah Aceh Tamiang, khususnya Desa Sekumur, Kecamatan Sekerek yang terjadi akibat dampak bencana banjir.
Dokter relawan Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TKC) Kementerian Kesehatan, dr. Yulia Dewi Irawati dalam keterangannya di Jakarta, Senin 12 Januari 2026 menjelaskan, kondisi meningkatnya kasus penyakit pascabanjir diperparah oleh kondisi sanitasi lingkungan yang belum pulih sepenuhnya, serta kondisi pengungsian yang padat, yang secara langsung berkontribusi meningkatnya kasus penyakit.
Advertisement
Yulia menegaskan, pihaknya memberikan perhatian khusus pada kasus-kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diare, dan infeksi kulit menjadi kasus yang paling sering dijumpai pascabanjir di Desa Sekumur, Sekerak, Aceh Tamiang.
"Selain penyakit infeksi, kami juga memberi perhatian khusus pada kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, penyandang disabilitas, ODGJ, serta pasien penyakit tidak menular yang membutuhkan keberlanjutan pengobatan," ujar Yulia, melansir Antara, Selasa (13/1/2026).
Tim relawan memastikan pasien yang tidak memiliki riwayat penyakit menular seperti hipertensi, janntung, stroke, dan asma tetap mendapatkan pengobatan agar tidak terjadi perburukan kondisi kesehatan di tengah situasi darurat.
