Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kualitas tanah untuk food estate di Merauke, Papua Selatan, baik. Bahkan, kata Airlangga, kualitas tanah di wilayah itu dinilai lebih baik dibanding di Australia.
Menurutnya, pengembangan lumbung pangan di Merauke bisa dimaksimalkan untuk tebu.
"Yang di Merauke salah satunya adalah untuk pengembangan tebu dan juga etanol. Kalau dari berbagai expert dari Australia mengatakan apa yang tanah daripada di Merauke dibandingkan Australia itu lebih baik," kata Airlangga saat konferensi pers Jakarta Food Security Summit di Gedung Kadin, Jakarta, Selasa (13/1).
Airlangga menyebut para ahli juga meyakini tebu merupakan tanaman yang bersifat indigenous atau tanaman asli di Papua, sehingga adaptasinya dinilai lebih baik. Dengan metode budidaya yang sama, potensi hasil di Merauke disebut bisa melampaui Australia.
"Sehingga mereka para ahli dari Australia juga percaya bahwa Merauke bisa dikembangkan menjadi lumbung pertanian apalagi mereka percaya bahwa tebu adalah tanaman indigenous daripada Papua," ungkap Airlangga.
Pengembangan tebu di Merauke tak hanya ditujukan untuk pangan, tetapi juga mendukung program energi terbarukan. Pemerintah saat ini mendorong pengembangan etanol berbasis biomassa sebagai campuran bensin, melalui skema E5 hingga E10.
"Nah inilah yang menjadi tantangan kita ke depan. Karena selain biodiesel pemerintah juga sedang mendorong pengembangan etanol base untuk bensin. Di mana E5 atau E10 tentu membutuhkan 2-3 juta etanol," jelas Airlangga.
"Dan ini akan baik kalau kita bisa produksi melalui food estate. Nah beberapa intensifikasi yang didorong tentunya mulai dari pupuk irigasi, penyuluh, dan bibit itu menjadi kunci," tambahnya.





