Trump Tetapkan Tarif 25 Persen Bagi Negara yang Masih Berbisnis dengan Iran

suarasurabaya.net
11 jam lalu
Cover Berita

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) pada Senin (12/1/2026), tetapkan pemberlakuan tarif sebesar 25 persen kepada setiap negara yang masih menjalankan hubungan bisnis dengan Iran.

“Mulai sekarang, negara mana pun yang berbisnis dengan Republik Islam Iran akan dikenakan tarif 25% untuk semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat, perintah ini bersifat final dan mengikat.” kata Trump dalam unggahan Truth Social.

Meski demikian, belum ada detail lebih lanjut mengenai tarif bea impor yang baru diumukan itu.

Melansir dari Antara, di tengah ancaman Trump yang terus berulang akan menyerang Iran jika Teheran menggunakan kekuatan yang berlebihan untuk meredakan protes. Pernyataan terbarunya muncul beberapa jam setelah Gedung Putih mengatakan Trump tertarik menjajaki diplomasi dengan Iran.

Karoline Leavitt Juru Bicara Gedung Putih berkata bahwa Trump tidak takut untuk benar-benar melakukan sesuai yang ia ancam untuk mengerahkan kekuatan militer terhadap titik-titik di Iran jika para pengunjuk rasa diserang oleh petugas keamanan.

Namun, Leavitt berkata bahwa Trump memilih langkah diplomasi terlebih dahulu dengan Iran.

“Satu hal yang amat dikuasai Presiden Trump adalah menjaga semua opsinya tetap tersedia. Ketika serangan udara menjadi satu dari banyak opsi yang ada di tangan Presiden, diplomasi tetap menjadi pilihan pertama baginya,” kata Leavitt.

Menurut Jubir Gedung Putih, apa yang disampaikan otoritas Iran di depan publik berbeda dengan pesan yang diterima pemerintah AS secara privat dan Trump Presiden memiliki ketertarikan untuk mendalami pesan tersebut.

“Meski demikian, Presiden berkata bahwa ia tidak takut menggunakan opsi militer jika dan ketika ia merasa diperlukan, dan tidak ada yang lebih tahu soal hal ini daripada Iran,” ucap dia.

Diketahui, unjuk rasa pro-pemerintah berlangsung di sejumlah titik di Iran pada Senin, di tengah protes anti-pemerintah akibat pemburukan kondisi ekonomi yang sudah berlangsung selama 16 hari belakangan.

Menurut laporan wartawan Anadolu, para pengunjuk rasa, dengan mengibarkan bendera Iran, berkumpul di Lapangan Enghelab di dekat Universitas Teheran untuk mengecam kekerasan yang terjadi di tempat umum.

Dengan tetap meminta pemerintah mengatasi permasalahan ekonomi, mereka mengecam apa yang disebut sebagai intervensi asing terhadap urusan dalam negeri Iran.

Selain di Teheran, unjuk rasa semacam itu juga berlangsung di kota-kota lain, termasuk Kerman, Zahedan, dan Birjand di Iran timur.

Tak sedikit pejabat Iran menuduh AS dan Israel ada di belakang “pengunjuk rasa bersenjata” yang melakukan sejumlah serangan terhadap fasilitas publik di beberapa daerah.

Kementerian Intelijen Iran menyampaikan pada Senin (12/1/2026) bahwa 273 pucuk senjata api telah diamankan dan 3 orang ditahan dalam operasi penyergapan terhadap sebuah truk kargo internasional yang melewati Iran, menurut kantor berita Fars.

Di samping itu, operasi penangkapan dilakukan terhadap jaringan teroris beranggotakan lima orang, yang terkait dengan partai etnis Kurdi yang dilarang, di kota Khorramabad.

Penangkapan juga dilakukan terhadap 15 orang yang diduga terkait dengan saluran televisi oposisi berbahasa Persia yang aktif beroperasi di luar Iran.(ant/ily/ham)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bursa Transfer Paruh Musim Resmi Dibuka, Ini Daftar Sementara Pemain Keluar dan Masuk di 18 Tim Super League
• 7 jam lalufajar.co.id
thumb
Tips Mencukupi Kalsium Anak, Sajikan Menu Ikan Presto dan Tempe
• 17 jam lalugenpi.co
thumb
5 Berita Terpopuler: Pemutusan Kontrak Kerja Berpotensi Berlanjut, Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di SMP Rp 400 Ribu, Zalim!
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
LBH Ansor Bali Soroti Kasus Kuota Haji yang Jerat Gus Yaqut Jadi Tersangka Korupsi
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Nasib Ribuan Nakes di Aceh Memprihatinkan, Pencairan Dana Belum Cair-cair
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.