Iran tengah mengalami gelombang perlawanan anti-otoritarian paling sengit dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah memutus akses internet dan meningkatkan penindasan, namun rakyat tetap turun ke jalan. Pada 10 Januari, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat siap membantu rakyat Iran memperjuangkan kebebasan.
EtIndonesia. Aksi protes nasional di Iran telah berlangsung selama dua minggu. Pemerintah melakukan pemadaman internet secara menyeluruh dan melancarkan penindasan berdarah. Organisasi hak asasi manusia menyatakan bahwa lebih dari 2.000 orang telah ditangkap. Seorang dokter di Teheran mengatakan kepada majalah Time bahwa hanya di enam rumah sakit di ibu kota saja telah tercatat lebih dari 200 orang tewas, “sebagian besar akibat tembakan peluru tajam”.
Meski menghadapi tekanan keras, rakyat Iran tidak gentar. Aksi protes terus meluas, dengan warga di sekitar 180 kota turun ke jalan untuk menentang rezim ekstrem Ayatollah Khamenei.
Pada 10 Januari, video yang beredar di media sosial memperlihatkan para demonstran berkumpul di tepi jalan tol di wilayah timur laut Iran, meneriakkan slogan-slogan seperti “Hidup Raja!”, sementara api besar menyala di sekitar mereka.
Amerika Serikat telah berulang kali menyatakan dukungan kepada para demonstran Iran. Pada 10 Januari, Presiden Trump kembali menulis di platform media sosial Truth Social bahwa rakyat Iran tengah menunjukkan hasrat akan kebebasan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan Amerika Serikat siap memberikan bantuan.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada 11 Januari menyatakan keprihatinan mendalam atas memburuknya situasi di Iran dan jatuhnya banyak korban sipil. Jepang menentang penggunaan kekerasan dalam bentuk apa pun untuk menekan aksi demonstrasi damai.
Para pemimpin Prancis, Inggris, dan Jerman juga pada hari Jumat mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam pembunuhan terhadap para demonstran di Iran.
Sementara itu, otoritas Iran mengklaim bahwa jika Washington melakukan intervensi militer, Iran akan membalas dengan menyerang pangkalan militer dan fasilitas komersial Amerika Serikat.
Sejumlah warganet Tiongkok berdiskusi di internet bahwa gerakan protes dan perlawanan jalanan rakyat Iran telah memberikan contoh dan inspirasi bagi masyarakat Tiongkok.
Laporan gabungan oleh reporter NTD Television, Xu Zhe dan Zhang Ruiqi.

