Strategi Sucorinvest Racik Reksa Dana 2026, Fokus Emiten Berfundamental Kuat

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – PT Sucorinvest Asset Management menyiapkan sejumlah strategi dalam meracik reksa dana di tahun ini. Strategi ini diharapkan mampu mendorong kinerja perusahaan sepanjang tahun Kuda api 2026.

Setidaknya terdapat dua strategi yang diterapkan Sucorinvest AM dalam meracik reksa dana. Terhadap reksa dana saham atau campuran, Sucor masih akan tetap berfokus pada emiten dengan fundamental yang solid.

“Dalam meracik portofolio reksa dana saham maupun campuran, fokus kami tetap pada emiten dengan fundamental kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang,” kata Head of Investment Specialist & Product Development Sucorinvest Asset Management Lolita Liliana kepada Bisnis, Selasa (13/1/2026).

Beberapa sektor yang dinilai memiliki prospek menarik di pasar saham antara lain perbankan, yang didukung oleh dividend yield kompetitif dan valuasi relatif murah. Selain itu, sektor konsumer dipandang diuntungkan oleh pemulihan daya beli serta stimulus fiskal pemerintah, sementara sektor properti dinilai sensitif terhadap penurunan suku bunga. Sektor energi juga masuk dalam radar investasi seiring agenda pemerintah memperkuat rantai nilai dalam negeri.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

“Selain itu, program hilirisasi maupun swasembada pangan turut diharapkan memberikan dampak positif ke sektor komoditas energi maupun pangan,” kata Lolita.

Sementara itu, untuk produk reksa dana berbasis obligasi, Sucorinvest memilih menaikkan durasi secara bertahap. Langkah ini didorong oleh kondisi kurva imbal hasil yang relatif lebih menanjak dibandingkan paruh pertama 2025. Produk berdurasi menengah hingga panjang dinilai lebih menarik karena terdapat front loading yang cukup besar pada Surat Berharga Negara (SBN) bertenor pendek di awal tahun.

Baca Juga

  • Manajer Investasi Reksa Dana Xdana Syariah Pilih Tutup Bisnis
  • AUM Reksa Dana Melesat pada 2025, Manajer Investasi Optimistis Tren Berlanjut
  • AUM BNP Paribas AM Capai Rp34,96 Triliun, Ditopang Syariah Offshore ESG

“Fokus utama kami saat ini pada obligasi korporasi adalah pada penguatan analisis kualitas kredit, melalui proses seleksi yang lebih ketat terhadap penerbit dengan fundamental yang solid, profil risiko yang terukur, serta likuiditas yang memadai,” ujar Lolita.

Sucorinvest juga memandang potensi pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana pada 2026 masih kuat. Dengan karakter investor domestik yang cenderung konservatif, reksa dana pasar uang (RDPU) dan reksa dana pendapatan tetap (RDPT) diperkirakan menjadi pendorong utama peningkatan AUM. Tren penurunan suku bunga turut mendorong investor mencari instrumen dengan imbal hasil lebih menarik dibandingkan deposito, sehingga aliran dana ke RDPU dan RDPT diproyeksikan berlanjut.

Sepanjang 2025, RDPU menjadi produk dengan pertumbuhan AUM tertinggi di Sucorinvest Asset Management. Dana kelolaan RDPU tumbuh 174,33% atau setara Rp11,59 triliun. RDPT juga mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 129,71% atau Rp7,19 triliun. Adapun reksa dana campuran dan reksa dana saham masing-masing mencatatkan kenaikan dana kelolaan Rp590 miliar dan Rp480 miliar, dengan pertumbuhan 13,34% dan 8,82%


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasyim Muhammad: Kriminalisasi Pandji Pertanda Negara Mulai Anti Tertawa
• 4 jam lalufajar.co.id
thumb
IHSG Diproyeksi Bergerak Variatif, Rupiah dan Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah Pasar
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Antam (ANTM) Luncurkan Emas Batangan Tematik Imlek, Intip Detailnya
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Arahan Prabowo, Gibran Tinjau Sekolah Rakyat di Biak Papua
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
4 ABK WNI Diculik Bajak Laut di Gabon, Kemlu RI Siapkan Upaya Pembebasan
• 6 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.