Prospek Cuaca Sepekan ke Depan hingga 19 Januari: Dinamika Atmosfer Tingkatkan Potensi Hujan Lebat

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Warga menggunakan payung dan jas hujan saat hujan lebat di pedestrian Jalan Sudirman, Jakarta, Sabtu (25/1/2025). (Sumber: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih akan berpengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia dalam sepekan ke depan.

Kombinasi sejumlah fenomena atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, disertai kilat/petir dan angin kencang di berbagai wilayah.

Pada skala global, El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan terjadinya La Niña lemah. 

Baca Juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem: 14–16 Januari 2026 Jabodetabek Hujan Intensitas Tinggi

Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air di wilayah Indonesia sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan. 

Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia turut memperkaya kandungan uap air di atmosfer.

Dari sisi dinamika regional, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan aktif melintasi sejumlah wilayah, antara lain Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua, dan Papua Selatan. 

Aktivitas MJO ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.

Tak hanya MJO, gelombang ekuator juga terpantau aktif dan dapat memperkuat proses konvektif di sejumlah kawasan. Kombinasi MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator teramati aktif di Laut Sulu, Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua, Papua Selatan, serta Laut Arafuru. 

Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan aktivitas konvektif yang berpotensi memicu hujan dengan intensitas lebih tinggi.

BMKG juga memantau keberadaan bibit siklon 91W di Samudra Pasifik utara Papua. 

Bibit siklon tersebut terdeteksi dengan kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot dan tekanan udara minimum 1007 hPa. 

Baca Juga: Ada Bibit Siklon Tropis 91W, BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi Wilayah Ini 13-16 Januari 2026

Selain itu, daerah konvergensi diprediksi memanjang di sejumlah wilayah, meliputi Kepulauan Riau, Riau, pesisir barat Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • prospek cuaca sepekan ke depan
  • cuaca Indonesia BMKG
  • La Nina lemah
  • MJO aktif
  • bibit siklon 91W
  • hujan lebat Indonesia
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Timothy Ronald Diduga Lakukan Penipuan Investasi Kripto, Begini Kronologinya
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Megawati Tegaskan PDIP Partai Penyeimbang, Sebut Pemerintah Bukan Musuh Personal
• 16 jam laludetik.com
thumb
PDIP Jadi Partai Penyeimbang, Pengamat: Tidak Setajam pada Era Presiden SBY
• 9 menit lalujpnn.com
thumb
Dirut RPH Surabaya: Relokasi Tidak Ganggu Pasokan Daging, Pasar Arimbi Tetap Beroperasi
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Hasto Beber Pesan Megawati dalam Rakernas PDI-P: Pilkada Harus Dilaksanakan secara Langsung
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.