Iran Bergejolak 16 Hari, Korban Tewas 646 Jiwa

celebesmedia.id
2 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Gelombang protes nasional di Iran terus memakan korban jiwa. Jumlah korban tewas akibat aksi demonstrasi yang telah berlangsung lebih dari dua pekan kini meningkat menjadi 646 orang, menurut laporan Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat, Senin (13/1).

HRANA juga mencatat bahwa hingga hari ke-16 unjuk rasa, sebanyak 10.721 orang telah ditangkap aparat keamanan Iran. Selain itu, Iran mengalami pemadaman internet lebih dari 100 jam, yang dinilai menghambat arus informasi dan pelaporan independen dari dalam negeri.

Aksi protes di Iran bermula pada 28 Desember di kawasan Grand Bazaar Teheran, menyusul anjloknya nilai tukar rial Iran serta memburuknya kondisi ekonomi masyarakat. 

Demonstrasi kemudian meluas ke berbagai kota besar dan daerah, menandai salah satu gelombang protes terpanjang dalam beberapa tahun terakhir di negara tersebut.

Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik kerusuhan yang mereka sebut sebagai ulah “perusuh bersenjata”, yang dituding telah melakukan serangan terhadap fasilitas umum di sejumlah wilayah.

Di tengah meningkatnya korban jiwa, tekanan terhadap negara tersebut meningkat setelah Trump pada Senin, mengumumkan kebijakan ekonomi baru yang berdampak global.

Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memberlakukan tarif 25 persen terhadap semua negara yang masih menjalin hubungan dagang dengan Iran.

"Berlaku serta merta, negara manapun yang masih berbisnis dengan Republik Islam Iran akan membayar tarif sebesar 25 persen terhadap semua bisnis apapun yang mereka lakukan dengan Amerika Serikat," kata Trump melalui Truth Social.

"Keputusan ini bersifat final dan mengikat," ucap dia.

Namun, hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai mekanisme maupun sektor yang terdampak langsung oleh kebijakan tarif tersebut.

Adanya tekanan internasional dan demonstrasi anti-pemerintah, melahirka  aksi unjuk rasa pro-pemerintah yang berlangsung di sejumlah kota Iran pada Senin. Di Teheran, massa berkumpul di Lapangan Enghelab, dekat Universitas Teheran, dengan mengibarkan bendera nasional.

Mereka menyerukan penyelesaian masalah ekonomi sekaligus mengecam apa yang mereka sebut sebagai “intervensi asing” dalam urusan domestik Iran. Aksi serupa juga terjadi di kota Kerman, Zahedan, dan Birjand.





Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pakar Ungkap Arti Penting Peresmian RDMP Balikpapan
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Persib Resmi Jadi Juara Paruh Musim, Ini Klasemen Akhir Pekan ke-17 Super League 2025-2026
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Video: Mentan Targetkan Serapan Beras Petani 4 Juta Ton di 2026
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
SBY: Para Pemimpin Bertanggung Jawab agar Dunia Tak Mengarah ke Arah Salah, "Do Something"
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Deretan Fakta Jung Jae Kwang yang Curi Perhatian di Drama ‘Idol I’
• 19 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.