Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menyentuh level all time high (ATH) baru di perdagangan Selasa (13/1/2026). Indeks komposit hari ini bangkit dari zona merah saat perdagangan sesi I
Melansir IDX Mobile, IHSG ditutup naik 0,72% ke 8.948,30. Pada sesi I tadi, indeks komposit melemah 0,001% di level 8.884,62. Level IHSG saat ini menjadi rekor ATH baru, melampaui rekor sebelumnya di 8.944,81 pada penutupan pasar Rabu, 7 Januari 2026.
Hari ini, indeks komposit menguat ditopang oleh 358 saham yang ditutup menguat. Sisanya, 349 saham ditutup melemah dan 251 saham tidak berubah.
IHSG sepanjang hari ini bergerak di rentang 8.841,02 sampai 8.956,73. Pasar mencatat transaksi sebanyak 60,47 miliar saham dengan nilai Rp33,34 triliun. Kapitalisasi pasar saham kini menjadi Rp16.253 triliun.
Saham berkapitalisasi pasar terbesar yang menguat hari ini antara lain adalah PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang naik 2,22% ke Rp9.200, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 0,62% ke Rp8.075, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik 1,52% ke Rp105.000, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 2,21% ke Rp8.100, dan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menguat 3,08% ke Rp6.700.
Berikutnya, ada saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang naik 4,29% ke Rp7.300, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 0,54% ke Rp3.720, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 1,05% ke Rp4.820, dan saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) ditutup naik 0,29% ke Rp17.100.
Tim riset Phintraco Sekuritas menjelaskan, dalam penutupan sesi I IHSG hari ini memperlihatkan grafik bahwa terdapat pembentukan histogram positif pada MACD yang terus mengecil dan stochastic RSI yang membentuk death cross di overbought area. Dari analisa teknikal itu, sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melemah menuju level 8.875-8.850 pada perdagangan sesi II hari ini.
Pada perdagangan Senin (12/1) kemarin, IHSG ditutup turun 0,58% ke 8.884,72, yang secara teknikal juga mengisyaratkan potensi koreksi lanjutan IHSG pada hari ini. Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini ada di level resistance 8.970 dan support di 8.725.
"Seperti yang diperkirakan, IHSG yang belum mampu bertahan di atas level 9.000 memicu terjadinya aksi profit taking, terutama terhadap saham-saham konglomerasi yang telah reli dan menjadi kontributor penguatan indeks. Pelemahan saham-saham tersebut disinyalir juga mengantisipasi pengumuman MSCI mengenai kebijakan baru perhitungan free float yang akan diumumkan pada akhir bulan ini," tulis sekuritas.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


