Produktivitas di kantor bukan sekadar tentang bekerja keras, melainkan bagaimana setiap jam yang dihabiskan dapat memberikan hasil yang maksimal. Saat produktivitas menurun, dampaknya bisa terasa luas, mulai dari perusahaan menghadapi penurunan kinerja, berkurangnya daya saing, hingga kerugian finansial. Sementara itu, karyawan sendiri bisa mengalami tekanan mental, rasa tidak puas dengan hasil kerja, bahkan stagnasi dalam perkembangan karier.
Kondisi tersebut sering kali berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang terlihat sepele, tetapi secara perlahan menggerogoti efektivitas kerja. Oleh karena itu, artikel yang dilansir dari Fodmap Everyday ini bertujuan untuk mengidentifikasi 3 kebiasaan buruk di kantor yang kerap tidak disadari, tetapi memiliki pengaruh besar sebagai penyebab kinerja menurun. Dengan memahami pola tersebut, kamu bisa lebih mudah mencari solusi, memperbaiki cara kerja, serta menciptakan lingkungan kantor yang lebih sehat, efisien, dan mendukung pertumbuhan bersama.
Selalu Terlambat atau Sering absenSering terlambat atau sering absen berdampak langsung pada produktivitas kantor/Foto: Freepik/garetsvisual
Setiap orang pasti pernah terlambat karena hal-hal tak terduga di pagi hari, dan sesekali hal itu masih bisa dimaklumi. Namun, ketika keterlambatan berubah menjadi kebiasaan, ini bukan lagi sekadar soal waktu, melainkan sinyal adanya masalah yang lebih serius. Faktanya, keterlambatan karyawan bisa merugikan perusahaan cukup besar.





