Polemik rekaman video CCTV yang disebut menampilkan tindakan tak senonoh antara Insanul Fahmi dan Inara Rusli hingga kini masih menjadi sorotan publik.
Video CCTV itu diketahui menjadi alat bukti dalam laporan dugaan tindak perzinaan yang diajukan oleh istri sah Insanul Fahmi, Wardatina Mawa. Perempuan bercadar yang akrab disapa Mawa itu pun menyebut bahwa sang suami telah berselingkuh dengan Inara Rusli.
Tak sampai di situ, Insanul Fahmi justru membantah tudingan perzinaan tersebut dan menyebut bahwa ia telah menikah siri dengan Inara Rusli.
Sementara Inara Rusli mengajukan laporan ke polisi atas dugaan akses ilegal, lantaran video CCTV tersebut didapat dari rumah pribadinya.
Proses hukum yang dilaksanakan menemukan adanya oknum yang dicurigai telah memberikan rekaman CCTV tersebut kepada Wardatina Mawa. Belakangan, rekaman CCTV itu tak hanya jadi alat bukti, tetapi juga dikirimkan kepada keluarga sebagai bentuk ancaman.
Salah satu yang menerima kiriman rekaman CCTV tersebut adalah ayah Insanul Fahmi. Oleh karena itu, ayah pengusaha asal Medan itu turut menjadi saksi pada laporan Inara Rusli.
"Iya, ayah Insanul Fahmi jadi saksi dalam laporan ini," ungkap kuasa hukum saksi kunci dalam kasus ini, Dedy DJ kepada awak media, dikutip Selasa (13/1).
Dedy kemudian mengungkapkan bahwa video CCTV yang diterima oleh ayah Insanul Fahmi merupakan kiriman seseorang berinisial N, yang merupakan kakak kandung dari Wardatina Mawa.
"Maka kita sudah menjelaskan, papanya Insanul juga sudah menjelaskan, bahwa bukti itu merupakan kiriman dari inisial N, yang notabene inisial N itu adalah abang kandungnya Mawa yang berstatus sebagai pegawai Polri," jelas Dedy DJ.
Lebih lanjut, Dedy mengungkapkan adanya indikasi bahwa oknum polisi dengan inisial N merupakan sosok yang mengatur seluruh laporan yang diajukan oleh Wardatina Mawa. Tak hanya itu, N juga disebut telah mengirimkan video tersebut ke banyak orang, termasuk ayah Insanul Fahmi.
Maka akibat hal ini, pihak Insanul Fahmi berencana untuk mengambil langkah hukum dengan melaporkan kakak Wardatina Mawa itu ke Propam (Profesi dan Pengamanan) Polri.
"Dia (Insanul) akan membuat laporan di Propam Polri terkait adanya dugaan indikasi, karena dia adalah salah satu oknum pegawai Polri yang harusnya dia memberikan contoh, memberikan sikap yang bijak, apalagi dia menghadapi adiknya," tutur Dedy.
Sementara video CCTV Insanul Fahmi dan Inara Rusli yang dijadikan bukti perzinaan diketahui pertama kali diakses oleh sopir Inara. Melalui beberapa oknum, rekaman itu akhirnya sampai ke tangan kakak Wardatina Mawa dan dijadikan bukti dalam kasus dugaan perzinaan.
Penyelidikan tekait dugaan perzinaan hingga akses ilegal pun hingga kini masih dalam penyelidikan pihak berwajib.




