SpaceX resmi mendapat lampu hijau dari Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat untuk meluncurkan 7.500 satelit Starlink generasi kedua tambahan.
Pengumuman ini disampaikan FCC pada Jumat (9/1), yang membuat total satelit Starlink SpaceX di seluruh dunia mencapai 15.000 unit.
Persetujuan ini tak sekadar membuka jalan bagi SpaceX untuk memperluas jaringan internet berkecepatan tinggi dari luar angkasa. FCC juga menyatakan, keputusan tersebut memungkinkan satelit Starlink beroperasi di lima pita frekuensi, menyediakan layanan konektivitas langsung ke ponsel (direct-to-cell) di luar Amerika Serikat, serta menghadirkan cakupan tambahan di wilayah AS.
Dilansir Reuters, sebelumnya SpaceX mengajukan permohonan izin untuk meluncurkan total 15.000 satelit tambahan. Namun, FCC memutuskan untuk menunda persetujuan atas 14.988 satelit Starlink Gen2 lainnya yang masih diusulkan.
Dalam ketentuannya, FCC mewajibkan SpaceX meluncurkan setidaknya 50 persen dari satelit Starlink yang telah disetujui paling lambat 1 Desember 2028. Sementara 50 persen sisanya harus sudah mengorbit sebelum Desember 2031.
Dengan tambahan izin ini, ambisi SpaceX untuk memperluas akses internet global, terutama di wilayah terpencil dan minim infrastruktur, kian mendekati kenyataan.




