HUT ke-53 PDI-P: Koreksi Arah Politik di Tengah Krisis Nasional

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

PERINGATAN Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan yang berlangsung pada 10–12 Januari 2026, bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I 2026 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, tidak dimaknai sebagai seremoni rutin.

Di awal tahun politik yang penuh ketidakpastian ini, PDI Perjuangan justru memilih menjadikan momentum ulang tahun sebagai ruang refleksi dan koreksi arah politik, baik ke dalam tubuh partai maupun ke luar, terhadap situasi nasional yang semakin kompleks.

Dalam pidatonya, Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa politik tidak boleh direduksi menjadi sekadar teknik perebutan kekuasaan.

Politik, menurut dia, adalah alat pengabdian— laku moral yang harus berpihak kepada rakyat, bukan kepada kepentingan elite atau godaan popularitas sesaat.

Sejarah, kata Ibu Mega, tidak akan mencatat siapa yang paling keras berteriak, tetapi siapa yang tetap berdiri bersama rakyat ketika kebenaran diuji.

Forum Rakernas tiga hari ini dengan demikian bukan sekadar konsolidasi organisasi, melainkan arena pengambilan sikap politik terhadap realitas nasional: polarisasi demokrasi, krisis ekologis yang kian akut, tekanan ekonomi, serta melemahnya supremasi hukum.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Megawati, HUT PDIP&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMy8xODM5MTI3MS9odXQta2UtNTMtcGRpLXAta29yZWtzaS1hcmFoLXBvbGl0aWstZGktdGVuZ2FoLWtyaXNpcy1uYXNpb25hbA==&q=HUT ke-53 PDI-P: Koreksi Arah Politik di Tengah Krisis Nasional§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Tema “Satyam Eva Jayate” dengan subtema “Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya” dipilih bukan sebagai slogan simbolik, melainkan sebagai pernyataan etis bahwa kebenaran dan keberpihakan pada rakyat harus menjadi fondasi seluruh tindakan politik partai.

Baca juga: Sikap Indonesia atas Isu Venezuela: Kelemahan atau Keleluasaan Strategis?

Rakernas I 2026 juga merupakan kelanjutan langsung dari Kongres ke-VI PDI Perjuangan yang diselenggarakan pada Agustus 2025.

Dalam garis kebijakan itu, Ibu Megawati menekankan pentingnya PDI Perjuangan menjalankan fungsi korektif terhadap kekuasaan negara.

Dukungan terhadap pemerintahan, menurut dia, tidak boleh membutakan mata partai terhadap penyimpangan kebijakan yang menjauh dari kepentingan rakyat dan nilai-nilai konstitusi.

Salah satu persoalan krusial yang disorot secara serius dalam Rakernas ini adalah krisis ekologis.

Bu Mega menempatkan bencana alam bukan sebagai musibah alamiah semata, melainkan sebagai cermin kegagalan kebijakan pembangunan yang mengabaikan keseimbangan lingkungan.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 hampir 4.000 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia, dengan dominasi banjir dan cuaca ekstrem.

Catatan BNPB per Desember 2025 menyebutkan 2.997 kejadian bencana, terdiri atas 1.503 banjir, 644 cuaca ekstrem, 546 kebakaran hutan dan lahan, serta 218 tanah longsor.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Bencana besar di Sumatera pada akhir 2025, bahkan menewaskan ribuan orang, memaksa ratusan ribu penduduk mengungsi, dan menimbulkan kerugian material yang ditaksir melampaui Rp 68 triliun.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kontrak Tambang Anak Usaha Berakhir, SMRU Kehilangan Sumber Pendapatan Tunggal
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Eksepsi Ditolak Hakim, Nadiem: Banyak Kekeliruan Investigasi, Fakta akan Terbuka Satu per Satu
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Patung Macan Putih Kediri yang Viral Didaftarkan Hak Cipta
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Mengapa Perempuan Harus Cantik dan Laki-Laki Harus Kuat?
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
13 Film Romantis Terbaik, Ada ‘Hamnet’ Pemenang Golden Globes Awards 2026!
• 12 jam lalutheasianparent.com
Berhasil disimpan.