IDAI: Air Kelapa Belum Terbukti Redakan Gatal Akibat Cacar Air

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan belum ada bukti ilmiah bahwa air kelapa dapat mengurangi rasa gatal akibat varicella atau cacar air.

“Belum ada bukti ilmiah bahwa air kelapa mengurangi gatal, tapi tetap boleh diberikan pada anak-anak,” ujar Dr. dr. Ratni Indrawanti, Sp.A, Subsp.I.P.T(K) anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI.

Dilansir dari Antara pada Selasa (13/1/2026), Ratni mengatakan bahwa sejauh ini hal yang baru terbukti adalah air kelapa mengandung banyak elektrolit seperti kalium yang baik untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Manfaatnya yang baik itu juga sudah diyakini oleh nenek moyang pada zaman dulu sebagai andalan untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Namun jika dispesifikan untuk mengurangi rasa gatal pada pasien cacar, ia menilai butuh penelitian lebih lanjut supaya informasi soal fungsi dan manfaat air kelapa dapat diperbarui dan valid.

Meski demikian, Ratni menyampaikan air kelapa dapat dikonsumsi oleh pasien cacar.

Dia turut meminta orang tua agar mencari informasi soal cacar air dari sumber yang dapat dipercaya dan tidak mudah termakan oleh mitos-mitos yang masih beredar dalam masyarakat.

Varicella atau cacar air adalah infeksi primer yang diakibatkan oleh virus varicella zoster (VZV) yang ditandai oleh adanya demam dan munculnya lepuhan berukuran kecil yang mengandung cairan yang menyebar di seluruh bagian tubuh (ruam vesikular generalisata).

Penyakit ini umum terjadi pada usia anak-anak dan virusnya mudah menyebar di ruangan tertutup seperti di sekolah, bangsal atau rumah.

Cacar air sebenarnya merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. IDAI sendiri telah mengeluarkan rekomendasi pemberian vaksin varisela disuntikkan secara subkutan mulai usia 12 bulan.

Pada usia 1-12 tahun diberikan 2 dosis dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan, usia 13 tahun atau lebih interval 4 sampai 6 minggu. Kemudian untuk anak usia 2 tahun atau lebih yang belum mendapat MR/MMR dan varisela dapat diberikan vaksin MMRV sebagai dosis primer.

Pada anak kurang dari 2 tahun yang sudah mendapat MR/ MMR atau varisela sebelumnya, MMRV dapat diberikan sebagai booster. (ant/saf/ipg)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Toko Daging Nusantara Ungkap Strategi Jaga Stabilitas Harga Daging Sapi Jelang Ramadan
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ribuan Warga Sekitar TNWK Gelar Aksi, Tuntut Penyelesaian Konflik dengan Gajah
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Mantan Buruh Sritex Demo Minta Kurator Diganti
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KUHP Baru Digugat ke MK, Belasan Mahasiswa Uji Pasal Demo Tanpa Izin Bisa Dipidana
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Menilik Tren Work From Mall kini Mulai Ramaikan Cafe dan Pusat Perbelanjaan di Jakarta
• 2 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.