jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memberikan pengarahan kepada kader partai dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, pada Minggu (11/1). Dalam rapat itu, ia memperjelas posisi partai sebagai penyeimbang.
"Sesuai dengan pembicaraan ketum tadi, dalam sistem kita itu tidak ada partai oposisi. Tapi yang ada adalah partai yang masuk pemerintah dan tidak masuk pemerintah. Kita tidak masuk pemerintah tapi kita mendukung pemerintah dengan program-program yang sesuai untuk kepentingan rakyat, itulah PDI Perjuangan," ujarnya.
BACA JUGA: Pidato Saat Rakernas I PDIP, Megawati Bicara Kritik Berbasis Data dan Bukan Emosi
Ia menegaskan sikap partai terhadap pemerintahan saat ini. "Kami mendukung jika apa yang dilakukan pemerintah benar, namun mengkritik jika pemerintah itu salah, untuk selalu ada pada koridornya," lanjutnya.
"Kenyataan bahwa kami tidak berada dalam jajaran partai pemerintah tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan, apalagi mendorong, arah pembangunan nasional yang keliru dan pada akhirnya mengorbankan kesejahteraan rakyat demi kepentingan politik jangka pendek. Perbedaan posisi politik tidak menghapus tanggung jawab moral dan kebangsaan terhadap masa depan rakyat dan negara," ungkap Puan.
BACA JUGA: Megawati Kasih Sinyal PDIP Jadi Penyeimbang, Tetapi Tetap Dewasa dan Berideologi
Puan juga mengingatkan bahwa posisi ini berdasar pada pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 yang menekankan gotong royong. "Jadi, sebagaimana dalam pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 yang mengatakan intisari dari Pancasila adalah gotong royong. Semangat dari gotong royong tersebutlah yang kita gunakan untuk membangun Indonesia," ujarnya.
"Jadi, penyeimbang itu artinya bagaimana kita bisa bergotong royong dalam meluruskan alur atau jalur pemerintahan hari ini jika kita anggap ada yang salah dengan pemerintah Indonesia agar tidak merugikan masyarakat," lanjutnya.
BACA JUGA: PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Ini Sikap Ideologis dan Historis
Terakhir, ia menekankan bahwa peran ini bersifat aktif. "Posisi penyeimbang bukanlah posisi pasif, apalagi sekadar menunggu keadaan. Penyeimbang berarti hadir secara aktif menjaga arah perjalanan bangsa agar tetap setia menjaga cita-cita kemerdekaan," pungkasnya. (tan/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Rakernas I PDIP: Penculikan Maduro Merendahkan Muruah PBB
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga



