EtIndonesia. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada 10 Januari menyatakan bahwa pada hari yang sama, militer AS melancarkan serangan udara berskala besar terhadap target-target organisasi Negara Islam (ISIS) di wilayah Suriah. Serangan ini dilakukan sebagai respons atas penyergapan mematikan oleh militan ISIS terhadap pasukan AS pada Desember tahun lalu.
CENTCOM menyebutkan bahwa serangan udara besar-besaran tersebut dilakukan secara bersama oleh militer Amerika Serikat dan pasukan sekutunya, dan berlangsung sekitar pukul 12:30 siang waktu Pantai Timur AS.
Target serangan mencakup sejumlah sasaran ISIS di berbagai lokasi di dalam wilayah Suriah.
Serangan udara ini merupakan bagian dari “Operasi Eagle Eye Strike” (Operasi Serangan Mata Elang). Operasi tersebut diluncurkan atas instruksi Presiden Trump sebagai respons terhadap serangan ISIS pada 13 Desember 2025 di Palmyra, Suriah, yang menargetkan pasukan Amerika Serikat dan pasukan Suriah. Dalam serangan tersebut, dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil tewas.
Sehari sebelum serangan udara gabungan AS dan sekutunya, pejabat Suriah menyatakan bahwa pasukan keamanan mereka telah menangkap komandan militer ISIS di kawasan Levant.
Suriah baru-baru ini bergabung dengan koalisi global untuk memerangi ISIS.
Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Suriah, Tom Barrack, menulis di platform X bahwa ia telah bertemu dengan kepemimpinan baru Suriah di ibu kota Damaskus untuk membahas masa depan negara tersebut. (Hui)
Laporan gabungan oleh reporter NTD Television, Yan Feng dan Rong Yu.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470381/original/002028600_1768204499-WhatsApp_Image_2026-01-12_at_14.24.28.jpeg)

