Kabar dugaan pembunuhan di kawasan Basmol, Kembangan, Jakarta Barat, ramai dibincangkan di media sosial.
Dalam narasi yang beredar di media sosial disebutkan adanya korban pembunuhan di sebuah kontrakan. Korban ditemukan oleh warga sekitar pada Selasa (13/1) sekitar pukul 05.30 WIB.
Disebutkan bahwa korban ditusuk dan sempat meminta tolong sebelum akhirnya ditemukan warga dalam kondisi bersimbah darah. Namun, polisi memastikan informasi yang beredar tersebut tidak sepenuhnya benar.
Kapolsek Kembangan Kompol Moch. Taufik Iksan menegaskan, tidak ada peristiwa pembunuhan seperti yang ramai diberitakan di media sosial.
“Tidak ada mayat,” ujar Taufik saat dikonfirmasi kumparan, Selasa (13/1).
Ia mengatakan, penusukan terjadi akibat cekcok antar pedagang cilok, tapi belum diketahui penyebab cekcok tersebut. Narasi di medsos mengatakan, pelaku sakit hati karena korban kerap memarahinya.
"Korban dan pelaku sama-sama pedagang cilok, bos yang sama," jelas Taufik.
Menurut Taufik, peristiwa yang terjadi merupakan kasus penganiayaan dan korban masih hidup. Korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
“Penganiayaan. Korban dibawa ke RSUD Cengkareng,” kata Taufik.
Saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian. Proses penyelidikan dilakukan oleh jajaran Reserse Kriminal Polsek Kembangan.
“Sedang dalam penanganan anggota reskrim Polsek Kembangan,” ujarnya.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai kronologi kejadian maupun kondisi terkini korban, Taufik menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“Masih dalam penyelidikan,” kata dia.




