Tel Aviv: Militer Israel mengatakan, pihak terus “siaga terhadap skenario kejutan” karena protes yang sedang berlangsung di Iran. Tetapi Israel mengaku belum melakukan perubahan apa pun pada pedoman untuk warga sipil, seperti yang dilakukan sebelum ancaman nyata.
“Protes di Iran adalah masalah internal,” tulis juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Defrin, di X, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa 13 Januari 2026.
Israel menyerang Iran pada Juni tahun lalu, yang mengakibatkan perang 12 hari yang menewaskan hampir 1.200 warga Iran dan hampir 30 warga Israel. Selama seminggu terakhir, Iran telah menyatakan akan membalas jika Israel atau Amerika Serikat menyerang.
Baca Juga :
Iran Tuduh AS dan Israel Kerahkan ISIS dalam ProtesSebelumnya Trump telah mengumumkan tarif 25 persen untuk negara mana pun yang berbisnis dengan Iran.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok sempat terlibat dalam perang dagang yang meningkat dengan AS tahun lalu setelah dikenai tarif 145 persen, yang memicu pembalasan.
“Kami selalu percaya bahwa tidak ada pemenang dalam perang tarif, dan Tiongkok akan dengan tegas melindungi hak dan kepentingannya yang sah,” kata juru bicara kementerian Mao Ning kepada wartawan ketika ditanya tentang pengumuman Trump.
Menanggapi pertanyaan tentang saran bagi warga negara Tiongkok yang bepergian ke Iran untuk berwisata, Mao mengatakan Tiongkok “memantau dengan cermat perkembangan situasi”.
“Kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi keselamatan warga negara Tiongkok,” pungkas Mao.
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F08%2F07%2Fa32602f712e519b2b97da4da51f06248-FAK_5178.jpg)


