Bisnis.com, JAKARTA — PT Satria Mega Kencana Tbk. (SOTS) membuka peluang ekspansi ke bisnis restoran dan gaya hidup di Bali melalui rencana investasi pada PT Dwimukti Graha Kencana (DGK), pengelola usaha restoran, kafe, dan bar, termasuk Desa Kitsune.
Berdasarkan keterbukaan informasi, pada 13 Januari 2026 SOTS dan DGK telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait rencana penyertaan modal perseroan ke DGK. Dalam struktur transaksi yang direncanakan, DGK merupakan pihak terafiliasi SOTS.
Dana investasi tersebut direncanakan bersumber dari hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang akan dilakukan perseroan. Dengan penyertaan modal tersebut, SOTS menargetkan untuk menjadi pemegang saham pengendali di DGK.
Direktur Utama SOTS Floreta Tane menjelaskan bahwa penandatanganan MoU ini masih berada pada tahap awal dan berfungsi sebagai kerangka kerja atas rencana transaksi.
Nota kesepahaman tersebut, lanjutnya, memuat komitmen umum para pihak, tahapan utama transaksi, serta mekanisme penyelesaian rencana investasi, yang seluruhnya masih tunduk pada pemenuhan kondisi prasyarat dan ketentuan lain yang akan dituangkan dalam perjanjian definitif terpisah.
Floreta juga menegaskan bahwa hingga saat ini, rencana transaksi tersebut belum berdampak terhadap kinerja perseroan.
Baca Juga
- Pengelola Hotel Sotis (SOTS) Incar Peningkatan Okupansi
- Cegah Suspensi Saham, Hotel Sotis (SOTS) Siap Revisi Laporan Keuangan
- Hotel Sotis (SOTS) Incar Pertumbuhan Pendapatan dan Okupansi pada 2024
“Pada saat informasi ini penandatanganan keterbukaan disampaikan, Nota Kesepahaman ini belum menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan, mengingat transaksi masih tunduk pada syarat-syarat pendahuluan,” ujar Floreta di ketrbukaan Informasi, Selasa (13/1/2025).
Floreta menyatakan akan menyampaikan keterbukaan informasi lanjutan kepada publik sesuai ketentuan yang berlaku apabila terdapat perkembangan material lebih lanjut atas rencana transaksi tersebut.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



