Bisnis.com, JAKARTA — TNI-Polri siap mendukung penyelenggaraan ibadah haji dengan penambahan personel untuk Perlindungan Jemaah (Linjam) dari Kementerian Haji (Kemenhaj).
Kapuspen Mabes TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan telah menyiapkan prajurit untuk penyelenggaraan ibadah haji.
Dia menambahkan, pengerahan prajurit ini dilakukan agar memberikan rasa aman bagi jemaah yang bakal melaksanakan haji. Namun, untuk jumlah prajurit yang dikerahkan tetap bergantung pada Kemenhaj.
"Terkait kemungkinan penambahan jumlah petugas, akan disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan pemerintah, serta hasil koordinasi lebih lanjut dengan kementerian/lembaga terkait," ujarnya saat dihubungi, Selasa (13/1/2026).
Senada dengan TNI, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa pihaknya bakal berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk pengerahan personel ini.
Oleh sebab itu, Polri bakal menyiapkan anggota yang sesuai kriteria Kemenhaj dalam pengamanan haji tersebut.
Baca Juga
- Korupsi Kuota Haji, KPK Duga Ada Aliran Dana ke Pengurus PBNU
"Terkait rencana pemerintah dalam menambah kuota petugas haji dari Polri, pada prinsipnya Polri siap memenuhi dan mendukung sesuai kapasitas dan kompetensi. SSDM Polri juga sudah berkoordinasi untuk mempersiapkan personel-personel yang terbaik," tutur Trunoyudo.
Sebelumnya, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Prabowo meminta kepada pihaknya untuk menambah personel Polri dan TNI sebagai petugas penyelenggaraan haji.
Dahnil mengatakan penambahan petugas haji dari unsur TNI-Polri dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan perlindungan jemaah di lapangan.
"Supaya kemudian mereka bisa bertugas lebih baik, karena lebih prima biasanya petugas dari TNI dan Polri. Dan kita akan putuskan tambah petugas dari TNI dan Polri," ujar Dahnil di kompleks Istana beberapa waktu lalu.





