JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengetuk palu tanda dimulainya operasi pemulihan besar-besaran di wilayah Sumatera.
Melalui Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 1 Tahun 2026, sebuah Satuan Tugas (Satgas) raksasa dibentuk untuk memimpin rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
BACA JUGA:Kabar Baik! Harga Bahan Pangan di Pasar-pasar Kini Turun Drastis: Harga Cabai cuma Rp30 ribu per kilogram
BACA JUGA:Prabowo Bangun SMA Taruna Nusantara di IKN hingga Pagar Alam, Targetkan Beroperasi Akhir 2026
Namun, yang menjadi sorotan utama bukan hanya soal anggaran, melainkan mandat penuh yang kini jatuh ke pundak satu nama.
Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai Ketua Pelaksana yang akan menjadi "panglima" di lapangan.
Mandat Baru di Awal Tahun
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam keterangannya di hadapan media pada Selasa 13 Januari 2026 menegaskan bahwa Kepres ini bukan sekadar urusan administratif. Ini adalah perintah gerak cepat.
BACA JUGA:Pertamina dan MIND ID Mau Sulap Batu Bara Jadi 'LPG Terbarukan', Gas Elpiji Bakal Dihapus?
BACA JUGA:Nasib Ribuan Nakes di Aceh Memprihatinkan, Pencairan Dana Belum Cair-cair
"Baru saja ditandatangani, Kepres Nomor 1 Tahun 2026. Kami langsung menggelar rapat perdana untuk merumuskan langkah paling efektif agar tim bisa bekerja tanpa hambatan birokrasi," ungkapnya, dikutip Selasa 13 Januari 2026.
Di balik operasional lapangan, Mendagri akan dipantau langsung oleh "tim pengawal" yang tak main-main.
Sebanyak 10 pejabat ring satu, mulai dari para Menteri Koordinator (Menko), Menteri Keuangan, hingga Panglima TNI dan Kapolri, duduk di jajaran Tim Pengarah untuk memastikan setiap instruksi Presiden tersampaikan ke titik bencana.
Target Pertemuan 'Satgas Besar'
Meski baru seumur jagung, Satgas ini tidak punya waktu untuk bersantai. Rencananya, sebuah pertemuan skala besar akan digelar pada Kamis, 15 Januari mendatang.
BACA JUGA:Jakarta Diprediksi Hujan Ekstrem Sepekan ke Depan, Pramono Gelar Modifikasi Cuaca 5 Hari
BACA JUGA:Gagalkan Impor Ilegal 100 Ton Ikan Salem di Pelabuhan Tanjung Priok, KKP Selamatkan Kerugian Negara Rp4.48 Miliar
Pertemuan ini akan mempertemukan Tim Pengarah dengan Tim Pelaksana yang dipimpin Mendagri untuk menyusun prioritas utama.
"Nanti di tanggal 15 itu, kami akan tetapkan rencana induk (master plan) dan rencana aksi. Kita bagi tugas, mana yang masuk tahap tanggap darurat, mana yang sudah bisa mulai dibangun kembali," jelas Pratikno.




