Xabi Alonso Akhirnya Angkat Bicara usai Dipecat Real Madrid, Singgung Soal Profesional

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Xabi Alonso akhirnya buka suara untuk pertama kalinya setelah resmi berpisah dengan Real Madrid. Pelatih berusia 44 tahun itu menyampaikan pesan emosional yang menyoroti perasaannya terhadap klub, para pemain, serta para pendukung Madrid.

Kedatangan Alonso ke Santiago Bernabeu pada Mei 2025 sempat memunculkan harapan besar, mengingat reputasinya yang menanjak bersama Bayer Leverkusen. Namun, kebersamaan tersebut harus berakhir cepat setelah Real Madrid menelan kekalahan dramatis 2-3 dari Barcelona pada ajang Piala Super Spanyol yang digelar di Arab Saudi, Minggu (11/1).

Keputusan pemecatan Alonso diumumkan kurang dari 24 jam setelah laga tersebut, sebuah langkah yang mengejutkan banyak pihak. Padahal, Real Madrid saat itu masih berada di posisi kedua klasemen La Liga, hanya terpaut empat poin dari Barcelona setelah 19 pertandingan.

Manajemen klub kemudian bergerak cepat dengan menunjuk pelatih tim cadangan, Alvaro Arbeloa, sebagai pengganti sementara. Arbeloa langsung dipercaya memimpin tim utama untuk menjaga stabilitas di tengah musim yang masih panjang.

Selama menangani Real Madrid, Alonso mencatatkan 24 kemenangan dari total 34 pertandingan di semua kompetisi. Meski angka tersebut terbilang solid, masa baktinya tetap dinilai belum memenuhi ekspektasi tinggi yang melekat pada klub sekelas Real Madrid.

Tak lama setelah pengumuman resmi, Alonso mengunggah pesan perpisahan melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (13/1/2026). Dalam unggahan itu, ia menyebut melatih Real Madrid sebagai sebuah kehormatan besar dalam kariernya.

“Babak profesional ini telah berakhir, dan hasilnya tidak seperti yang kami harapkan,” tulis Alonso. 

“Melatih Real Madrid adalah suatu kehormatan dan tanggung jawab.”

Ia juga menegaskan rasa terima kasihnya kepada semua pihak di klub. 

“Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan yang terpenting, kepada para penggemar dan komunitas Madridista atas kepercayaan dan dukungan mereka. Saya pergi dengan rasa hormat, terima kasih, dan kebanggaan karena telah memberikan yang terbaik.”

Meski gagal memenuhi target di Madrid, reputasi Alonso sebagai pelatih tetap berada di level atas Eropa. Keberhasilannya membawa Bayer Leverkusen meraih gelar ganda domestik Jerman dan melaju ke final Liga Europa 2023-2024 dengan rekor tak terkalahkan di Bundesliga masih menjadi catatan prestisius.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tips Mencukupi Kalsium Anak, Sajikan Menu Ikan Presto dan Tempe
• 15 jam lalugenpi.co
thumb
Iran dalam Krisis Berdarah: Ribuan Tewas, Dunia Bersiaga, AS dan Israel Masuk Fase Paling Berbahaya
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Dilaporkan Hingga Dihujat atas Dugaan Perzinaan, Inara Rusli Kena Mental
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Truk vs Truk, Tiga Korban Terjepit Kabin
• 12 jam lalurealita.co
thumb
Kejati Lampung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Anggaran Sekretariat DPRD Lampung Utara 2022
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.