Permintaan Ayam Naik, CPIN Bakal Diuntungkan Program MBG

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan rencana suntikan dana Rp20 triliun dari Danantara mulai mengubah peta permintaan di sektor unggas nasional, dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menjadi salah satu emiten yang paling terdampak.

Kombinasi percepatan implementasi MBG dan penguatan kapasitas peternakan unggas di sejumlah daerah diperkirakan meningkatkan penyerapan ayam broiler dan produk turunannya sejak akhir 2025 hingga 2026.

Dampak tersebut muncul seiring percepatan pelaksanaan MBG oleh pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan cakupan penerima manfaat hingga 55 juta orang pada Desember 2025.

Program ini dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan secara langsung meningkatkan permintaan bahan pangan berbasis protein hewani, termasuk ayam, yang menjadi salah satu komponen utama menu makan gratis.

Berdasarkan riset dari CGS International Sekuritas Indonesia, lonjakan permintaan dari MBG beriringan dengan rencana pemerintah melalui Danantara untuk menggelontorkan dana Rp20 triliun guna memperkuat sektor peternakan unggas nasional di 13 provinsi. Penguatan tersebut dinilai membuka ruang ekspansi pasokan dan distribusi, yang pada akhirnya mengalir ke emiten besar seperti CPIN.

Baca Juga: Efektivitas Program MBG Terganjal Insiden Lapangan

Analis CGS International Sekuritas Jason Chandra menyebut harga rata-rata ayam broiler pada kuartal IV 2025 naik ke Rp22.800 per kilogram, tumbuh 8% dibanding kuartal sebelumnya dan meningkat 5% secara tahunan. Kenaikan harga ini terjadi di tengah peningkatan serapan dari program makan gratis yang mulai dipercepat pada paruh kedua 2025.

“Mengingat adopsi yang solid untuk ayam broiler, kami memperkirakan laba bersih JPFA/CPIN pada FY25F mencapai Rp3,9 triliun (+30% yoy) dan Rp5,3 triliun (+42% yoy), masing-masing,” ujar Jason dalam risetnya, Selasa (13/1/2026).

Dari sisi operasional, kewajiban pembayaran di muka oleh dapur pusat MBG dinilai membantu memperbaiki arus kas pemasok, termasuk pelaku usaha unggas terintegrasi. Skema ini disebut efektif mengurangi persoalan tunggakan pembayaran yang sebelumnya kerap terjadi di rantai pasok pangan.

Memasuki kuartal I 2026, CGS menilai momentum harga ayam broiler masih terjaga. Secara musiman, harga ayam cenderung bertahan tinggi selama periode liburan, bulan puasa, dan Lebaran yang jatuh pada kuartal pertama. Periode ini juga bertepatan dengan rilis laporan keuangan tahun buku 2025, yang diperkirakan berpotensi melampaui konsensus pasar Bloomberg.

Baca Juga: Evaluasi MBG, Prabowo Soroti 15 Insiden di 2025

Dari sisi biaya produksi, tekanan dinilai mulai mereda. Kementerian Pertanian mencatat lonjakan harga jagung hingga Rp6.000 per kilogram pada kuartal IV 2025 naik 13% secara kuartalan dan 32% secara tahunan, dipicu kendala distribusi sementara. Setelah pemerintah menetapkan batas atas harga jagung, harga komoditas tersebut mulai stabil.

Sementara itu, harga bungkil kedelai global tercatat turun sekitar 8% dari puncaknya pada akhir November 2025, seiring proyeksi USDA bahwa pasokan global akan melampaui permintaan.

Terkait CPIN, CGS menyoroti bahwa pemulihan segmen consumer food masih belum konsisten. Sebelum FY23, segmen ini mencatatkan margin EBIT rata-rata sekitar 13%. Namun pada kuartal IV 2023, segmen tersebut mengalami kerugian pertama, yang diduga terkait masalah cold storage. Hingga kuartal II–III 2025, margin EBIT masih berada di kisaran 2–8%, di bawah rata-rata historis.

Meski demikian, CPIN terus meluncurkan inovasi produk konsumen sepanjang 2025 untuk mempertahankan pangsa pasar. CGS menilai pasar masih memberikan diskon valuasi terhadap segmen consumer food CPIN karena profitabilitas yang belum pulih sepenuhnya.

Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, CGS menetapkan target harga saham CPIN di level Rp5.900 dengan rasio price to earnings (P/E) FY26F sebesar 17 kali, sembari mempertahankan rekomendasi beli seiring ekspektasi permintaan ayam yang tetap kuat sepanjang 2026, didukung program MBG dan potensi penguatan rupiah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sepasang Kekasih di Kudus Menikah di Tengah Banjir
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Pramono Minta Penumpang Tunanetra Transjakarta Jatuh Tak Boleh Terulang
• 3 jam laludetik.com
thumb
Perkuat Industri Semikonduktor, Kemenperin Konsisten Bangun Ekosistem “Chip Design” Nasional Sejak 2022
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Malaysia Susul Indonesia Blokir AI Grok Milik Elon Musk
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Video: Saham Properti Kompak Terbang, Begini Prospeknya di 2026!
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.