Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan permintaan maaf atas insiden penumpang tunanetra pengguna layanan Transjakarta Care yang terjatuh ke saluran air saat menuju halte. Pramono menegaskan kejadian tersebut tidak boleh kembali terulang di Jakarta.
"Yang seperti ini tidak boleh terulang kembali. Saya akan memberikan teguran kepada jajaran direksi dan juga manajemen Transjakarta," kata Pramono di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).
Ia menekankan, persoalan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas sudah berulang kali disampaikannya kepada jajaran Pemprov DKI Jakarta. Menurut Pramono, Jakarta harus menjadi kota yang ramah bagi semua warga, termasuk kelompok disabilitas.
"Karena saya sudah berulang kali menyampaikan bahwa hal yang berkaitan dengan disabilitas, Jakarta harus lebih ramah. Dan secara khusus untuk ini saya minta maaf," tegasnya.
Dilihat detikcom dari video yang beredar di media sosial, Senin (12/1) terlihat seorang perempuan tunanetra dengan kondisi pakaian kotor yang diduga usai terjatuh ke saluran air di sekitar lokasi. Peristiwa tersebut diduga terjadi karena penumpang tidak didampingi petugas hingga ke titik yang aman.
Menanggapi kejadian tersebut, Transjakarta menyampaikan penyesalan dan telah berkomunikasi langsung dengan pelanggan yang bersangkutan.
"Kami menyesalkan kejadian tersebut dan telah berkomunikasi dengan pelanggan. Transjakarta siap memberikan perhatian serta pendampingan kepada pelanggan yang bersangkutan," ujar Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi DPM, dalam keterangannya, Senin (12/1).
Tjahyadi menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi internal terkait insiden tersebut. Evaluasi dilakukan untuk memastikan standar pelayanan, khususnya bagi pelanggan berkebutuhan khusus, dapat dijalankan secara optimal.
"Saat ini kami melakukan evaluasi internal dan memperkuat kembali standar pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang," jelasnya.
(bel/dek)



