Pemerintah terus mengakselerasi pemerataan fasilitas pendidikan di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan 166 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di 34 provinsi, mencakup 131 kabupaten/kota di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pusat peresmian dilakukan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin 12 Januari 2026. Momen ini sekaligus menandai dimulainya pembangunan fisik (groundbreaking) untuk 104 unit bangunan Sekolah Rakyat permanen yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Baca juga:
Menteri PU Targetkan Akses Jalan Terdampak Bencana di Aceh Bisa Dilalui Hari Ini
Target Rampung Juni 2026
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menargetkan pembangunan 104 fasilitas permanen pada fase pertama ini harus rampung sebelum tahun ajaran baru dimulai.
"Fase satu sebanyak 104 unit itu targetnya harus selesai paling lambat 30 Juni 2026. Karena Juli 2026 itu sudah masuk tahun ajaran baru," ujar Dody.
Ia menjelaskan skema pembangunannya adalah meningkatkan status sekolah yang sudah ada. "Targetnya, di mana ada sekolah rintisan, di situ kita bangun Sekolah Rakyat yang permanen. Paling lambat Desember, 166 sekolah rintisan itu sudah ter-cover dalam target 200 Sekolah Rakyat permanen," tambahnya.
Pesan Presiden: Tepat Mutu, Nol Korupsi
Salah satu lokasi prioritas yang tengah digarap adalah Sekolah Rakyat 9 Banjarbaru. Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Bisma Staniarto, memastikan seluruh material bangunan telah melalui standardisasi ketat.
Hal ini, menurut Bisma, merupakan implementasi langsung dari instruksi Presiden Prabowo dan Menteri PU. Presiden meminta agar struktur bangunan kokoh untuk jangka panjang dan prosesnya bersih dari penyelewengan.
"Beliau (Presiden) sangat menekankan agar kita betul-betul jangan sampai ada korupsi. Kemudian ditekankan kembali oleh Pak Menteri supaya tepat mutu, tepat kualitas, tepat biaya, dan tepat waktu," tegas Bisma.
Untuk memastikan hal tersebut, Kementerian PU mengerahkan konsultan pengawas serta melakukan pemantauan real-time setiap hari melalui ruang kendali di Jakarta. Pembangunan ini ditargetkan selesai dalam 240 hari kalender terhitung sejak November 2025.

