Modifikasi Cuaca Dilaksanakan di Jakarta untuk Mengantisipasi Banjir

narasi.tv
1 jam lalu
Cover Berita

Modifikasi cuaca di Jakarta dilaksanakan untuk mengurangi risiko bencana alam, khususnya banjir yang sering melanda daerah tersebut. Tujuan utama dari modifikasi ini adalah untuk mengatur curah hujan sehingga dampak banjir dapat diminimalisir.

Dalam upaya ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melaksanakan modifikasi cuaca selama beberapa hari ke depan.

“Saya sudah memerintahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan modifikasi cuaca selama lima hari,” tutur Pramono saat dijumpai awak media di Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).

Program ini direncanakan akan berlangsung selama lima hari. Dimulai sejak pengumuman yang dilakukan oleh pihak berwenang, modifikasi cuaca telah menjadi langkah strategis dalam menghadapi prediksi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan banjir lebih parah di Jakarta.

Selain BPBD, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga terlibat dalam operasi ini, melakukan koordinasi untuk memastikan modifikasi efektif dan terarah.

Sumber informasi yang digunakan dalam modifikasi cuaca ini berasal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG memberikan data dan prediksi yang akurat mengenai cuaca di Jakarta yang menjadi dasar dari semua langkah yang diambil oleh pemerintah.

Analisis yang diberikan oleh BMKG sangat vital, mengingat ketepatan informasi cuaca dapat menentukan kesuksesan pelaksanaan modifikasi cuaca.

Saat ini BPBD DKI Jakarta telah mencatat banjir berangsur surut, tetapi masih ada 28 RT dan juga 6 ruas jalan yang masih tergenang air hingga pagi ini.

Baca Juga:Presiden Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Kemkomdigi Siapkan Internet Dan Literasi Digital

Jika modifikasi cuaca tidak dilaksanakan, risiko terjadinya banjir yang lebih parah sangat mungkin akan meningkat.

Sejarah menunjukkan bahwa Jakarta seringkali terjebak dalam situasi darurat ketika curah hujan tinggi, menyebabkan banjir yang tidak hanya merugikan infrastruktur, tetapi juga mengancam keselamatan warganya. Dengan menggunakan metode modifikasi cuaca, risiko tersebut dapat diminimalisir.

Perbandingan dengan metode lain juga menunjukkan bahwa modifikasi cuaca bisa menjadi alternatif yang lebih efektif dalam menghadapi potensi bencana.

Dengan pertimbangan efisiensi biaya dan hasil yang diharapkan, modifikasi cuaca terbukti lebih menguntungkan dibandingkan dengan hanya mengandalkan penanggulangan setelah banjir terjadi.

“Katakanlah kalau harus tiap hari modifikasi cuaca akan kami lakukan. Karena hitungan yang kami lakukan, dampak banjir dibandingkan dengan melakukan modifikasi cuaca, maka lebih baik dilakukan modifikasi cuaca,” terang Pramono.

Baca Juga:Gojek Down di 13 Januari 2026? Banyak User Keluhkan Dampak Layanan yang Bermasalah

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BKN Apresiasi Pemprov Kepri atas Konsistensi Terapkan Manajemen Talenta ASN Secara Objektif dan Transparan
• 46 menit lalupantau.com
thumb
Misi Artemis II Masuki Tahap Akhir, NASA Kembali Dekati Bulan
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pesan Erick Thohir untuk John Herdman, Cepat Beradaptasi dan Bawa Timnas Indonesia Berprestasi
• 9 jam lalumerahputih.com
thumb
John Herdman Tak Ragu Tambah Pemain Diaspora di Timnas Indonesia: Siapa Saja Tuh?
• 6 jam lalubola.com
thumb
Lebih Tersinggung oleh Kata Tolol daripada oleh Perilaku Tolol
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.