Produksi Papa Zola The Movie Telan Biaya Hingga Rp85 Miliar, Apa yang Menarik dari Film Animasi Ini?

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Produksi film animasi menuntut biaya besar dan proses panjang. Papa Zola The Movie membuktikan hal tersebut lewat investasi animasi yang mencapai Rp85 miliar. Dana besar itu digunakan untuk menghadirkan kualitas visual tinggi sekaligus cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga film ini mampu bersaing di level internasional.

Sutradara Nizam Abdul Razak menjelaskan bahwa besarnya biaya animasi tersebut sejalan dengan ambisi tim produksi untuk menghadirkan animasi lokal berstandar global. Ia menekankan bahwa Papa Zola The Movie tidak hanya mengandalkan visual, tetapi juga menempatkan cerita sebagai fondasi utama. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Baca Juga :
Papa Zola The Movie Siap Tayang, Surat Cinta untuk Para Ayah dan Pejuang Nafkah
Kalahkan Avatar di Malaysia! Papa Zola The Movie Siap Tayang di Indonesia, Kapan?

“Dan kita tengok cerita Papa Zola itu sendiri ialah cerita tentang kehidupan. Jadi ramai orang yang menonton cerita Papa Zola, mereka sangkakan cerita ini lebih kepada superhero kan?” kata Nizam di Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Biaya animasi Rp85 miliar dalam Papa Zola The Movie tercermin dari detail visual yang kaya, pergerakan karakter yang halus, serta penggambaran emosi yang kuat. Tim produksi merancang setiap adegan melalui tahapan panjang, mulai dari pengembangan karakter, animasi ekspresi wajah, hingga tata cahaya yang mendukung suasana cerita.

Pendekatan tersebut menempatkan Papa Zola The Movie sejajar dengan film animasi beranggaran besar, tanpa meninggalkan identitas lokalnya. Teknologi animasi dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat pesan emosional, khususnya dalam menggambarkan perjuangan seorang ayah yang bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol) demi keluarganya.

Investasi animasi yang besar itu berbanding lurus dengan respons penonton, terutama di Malaysia. Banyak penonton mengaku terkejut karena film animasi yang mereka saksikan tidak sekadar menyajikan aksi atau hiburan anak-anak, melainkan cerita kehidupan yang dekat dengan realitas.

“Oh, sebenarnya cerita dia pasal kehidupan, tentang pengorbanan seorang bapak, tentang sayangnya kepada istri dan anak-anak,” lanjut Nizam menirukan respons penonton.

Ia menilai keberhasilan tersebut menegaskan bahwa biaya animasi yang besar tidak menjadi sia-sia ketika didukung cerita yang kuat dan emosional. Penonton tidak hanya menikmati kualitas visual, tetapi juga merasakan kedekatan emosional dengan karakter di layar.

Baca Juga :
Film Animasi 5 Centimeters Per Second Makoto Shinkai Akan Tayang di Bioskop Indonesia, Catat Tanggalnya!
Film Animasi Berkembang dan Voice Over Makin Dibutuhkan, Wamenekraf: Potensi Indonesia Itu Banyak Banget Loh!
Kasih Nilai 3/10 Buat Film Merah Putih: One for All, Amel Carla Dituding Jadi Buzzer Hingga Mau Diboikot

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tom Haye Dapat Ancaman Pesan Kematian, Polda Jabar Masih Menunggu Laporan
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Terapis Spa di Bekasi Dibunuh Suami Siri karena Cemburu
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Komisi VIII DPR Usul Revisi UU Kebencanaan Masuk Prolegnas
• 13 jam laludetik.com
thumb
Tak Sesuai Harapan, Segini Rating Akhir Drama Comeback Park Seo Joon Surely Tomorrow
• 14 jam laluinsertlive.com
thumb
PWI Pusat Audensi dengan Ketua MPR di Gedung DPR/MPR Senayan 
• 2 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.