Jakarta, VIVA – Produksi film animasi menuntut biaya besar dan proses panjang. Papa Zola The Movie membuktikan hal tersebut lewat investasi animasi yang mencapai Rp85 miliar. Dana besar itu digunakan untuk menghadirkan kualitas visual tinggi sekaligus cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga film ini mampu bersaing di level internasional.
Sutradara Nizam Abdul Razak menjelaskan bahwa besarnya biaya animasi tersebut sejalan dengan ambisi tim produksi untuk menghadirkan animasi lokal berstandar global. Ia menekankan bahwa Papa Zola The Movie tidak hanya mengandalkan visual, tetapi juga menempatkan cerita sebagai fondasi utama. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
“Dan kita tengok cerita Papa Zola itu sendiri ialah cerita tentang kehidupan. Jadi ramai orang yang menonton cerita Papa Zola, mereka sangkakan cerita ini lebih kepada superhero kan?” kata Nizam di Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Biaya animasi Rp85 miliar dalam Papa Zola The Movie tercermin dari detail visual yang kaya, pergerakan karakter yang halus, serta penggambaran emosi yang kuat. Tim produksi merancang setiap adegan melalui tahapan panjang, mulai dari pengembangan karakter, animasi ekspresi wajah, hingga tata cahaya yang mendukung suasana cerita.
Pendekatan tersebut menempatkan Papa Zola The Movie sejajar dengan film animasi beranggaran besar, tanpa meninggalkan identitas lokalnya. Teknologi animasi dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat pesan emosional, khususnya dalam menggambarkan perjuangan seorang ayah yang bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol) demi keluarganya.
Investasi animasi yang besar itu berbanding lurus dengan respons penonton, terutama di Malaysia. Banyak penonton mengaku terkejut karena film animasi yang mereka saksikan tidak sekadar menyajikan aksi atau hiburan anak-anak, melainkan cerita kehidupan yang dekat dengan realitas.
“Oh, sebenarnya cerita dia pasal kehidupan, tentang pengorbanan seorang bapak, tentang sayangnya kepada istri dan anak-anak,” lanjut Nizam menirukan respons penonton.
Ia menilai keberhasilan tersebut menegaskan bahwa biaya animasi yang besar tidak menjadi sia-sia ketika didukung cerita yang kuat dan emosional. Penonton tidak hanya menikmati kualitas visual, tetapi juga merasakan kedekatan emosional dengan karakter di layar.





