KPK Ungkap Aliran Rasuah Kuota Haji ke Ketua Bidang Ekonomi PBNU

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Aizzudin Abdurrahman (AIZ), dalam kasus dugaan rasuah pada penyelenggaraan dan pembagian kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag). Penyidik menduga ada aliran uang terkait perkara kepada Aizzudin.

"Ada dugaan aliran kepada yang bersangkutan," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Selasa, 13 Januari 2026.

Budi enggan memerinci total uang yang diduga masuk ke kantor Aizzudin. Alasan pemberian juga masih didalami oleh penyidik.

"Tujuannya untuk apa, kemudian bagaimana proses dan mekanisme aliran uang itu bisa terjadi, ujar Budi.

Menurut Budi, aliran uang itu tidak mengarah langsung kepada PBNU. Keterangan Aizzudin sudah dicatat untuk kebutuhan penyidikan.
  Baca Juga:  Ungkap Aliran Dana Kasus Haji, KPK Diminta Terapkan Pasal TPPU
Dalam kasus ini, KPK menetapkan tersangka eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) dan eks Staf Khusus Menteri Agama Isfan Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex. KPK membawa mereka ke persidangan.

Masalah dalam kasus korupsi ini adalah karena adanya pembagian kuota yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Indonesia sejatinya diberikan 20 ribu tambahan kuota untuk mempercepat antrean haji.

Dari total itu, pemerintah seharusnya membaginya dengan persentase 92 persen untuk haji reguler, dan delapan persen untuk khusus. Namun, sejumlah pihak malah membaginya rata masing-masing 50 persen.

KPK sudah banyak memeriksa pejabat di Kemenag. Lalu, pihak penyedia jasa travel umrah juga dimintai keterangan, salah satunya Ustaz Khalid Basalamah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Semen Padang Perombakan Besar-Besaran, Demi Tetap Eksis di Super League
• 7 jam lalugenpi.co
thumb
Raih dua emas jadi target realistis tim boccia Indonesia di APG 2025
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Kurs Dolar AS BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Hari Ini (14/1) saat Rupiah Dibuka Menguat
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Emas Global Stabil Dekati Level ATH, Isu The Fed Masih Jadi Penggerak
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pemerintah China Respons Tarif 25 Persen Trump: Perang Dagang Tak Ada Pemenang
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.