Pemerintah China Respons Tarif 25 Persen Trump: Perang Dagang Tak Ada Pemenang

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah China menegaskan akan melindungi kepentingannya menyusul ancaman tarif 25 persen yang diumumkan Donald Trump Presiden Amerika Serikat terhadap semua negara yang masih berdagang dengan Iran.

Pernyataan ini disampaikan Mao Ning Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa (14/1/2026).

“Perang tarif tidak memiliki pemenang. China akan dengan tegas melindungi hak dan kepentingannya yang sah dan sesuai hukum,” kata Mao Ning dilansir dari Antara.

Sebelumnya, Donald Trump pada Senin (12/1/2026) mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih berdagang dengan Iran.

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyebut tarif tersebut berlaku serta merta serta bersifat final dan mengikat meski belum ada rincian soal penerapannya.

Trump sebelumnya berulang kali mengatakan akan menyerang Iran jika Teheran menggunakan kekuatan yang berlebihan untuk meredakan protes di negara tersebut. Tapi Karoline Leavitt Juru Bicara Gedung Putih mengungkapkan, Washington memilih langkah diplomasi terlebih dahulu dengan Iran.

Aksi protes besar terjadi di Iran sejak akhir Desember 2025 akibat merosotnya nilai mata uang lokal. Para demonstran menyoroti fluktuasi tajam kurs rial dan dampaknya terhadap harga grosir dan eceran. Iran saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi yang berat dengan tingkat inflasi tinggi yaitu mencapai 38,9 persen.

Di sejumlah kota, aksi protes meningkat menjadi bentrokan dengan polisi dan diiringi seruan untuk menentang sistem politik yang berlaku.

Sementara itu, China diketahui merupakan salah satu mitra ekspor terbesar Iran khususnya untuk minyak.

Dari Januari-Oktober 2025, Iran mengekspor 14 miliar dolar AS ke China berdasarkan data dari Administrasi Bea Cukai Iran. Selain itu masih ada negara-negara tujuan ekspor lain Iran seperti Irak, Uni Emirat Arab dan Turki.

Meski begitu, ekspor Iran ke China telah turun tajam dari 2021-2025 menyusul kekhawatiran terhadap sanksi pemerintah AS.

China hanya membeli barang-barang Iran senilai 2,9 miliar dolar AS dalam 11 bulan pertama tahun lalu, menurut angka bea cukai China terbaru, dibandingkan pada 2018 saat masa kepresidenan pertama Trump yang mencapai 21 miliar dolar AS. (ant/saf/ipg)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mantap! Kadek Arel Masuk Jajaran Elite APPI, Jadi Pemain Aktif Termuda dari Bali
• 14 jam lalubola.com
thumb
Polri Bangun Hunian Tetap untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang, Kapolda Tekankan Profesionalisme dan Percepatan
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Anak Buahnya Kena OTT KPK, Menkeu Purbaya Akan Beri Pendampingan Hukum pada Pegawai Pajak yang Terseret
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Prabowo: Tim Pertanian Contoh Kerja Pemerintah yang Berprestasi dan Membanggakan
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jaksa Ungkap Video Rapat Internal soal Pemilihan Chrome dalam Pengadaan Laptop Kemendikbud
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.