Jakarta (beritajatim.com) – Para calon petugas haji menunjukkan peningkatan kedisiplinan dan kemantapan fisik yang luar biasa memasuki hari keempat Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M. Evaluasi positif ini mencuat di tengah program intensif selama 20 hari yang dipusatkan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, sebagai bagian dari kesiapan menyeluruh melayani tamu Allah di Tanah Suci.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memantau ketat perkembangan 1.501 peserta sejak pembukaan pada 10 Januari lalu hingga jadwal penutupan 30 Januari 2026 mendatang. Fokus pada pekan pertama adalah transformasi mental dan raga, di mana para peserta digembleng melalui latihan baris-berbaris (PBB) dan aktivitas fisik rutin untuk memastikan stamina tetap prima sebelum menghadapi puncak ibadah haji yang menguras energi.
“Alhamdulillah, ini menjadi catatan positif. Dalam beberapa pekan ke depan, seluruh aspek kesiapan fisik, kedisiplinan, dan ketertiban akan terus kita mantapkan,” ujar Juru Bicara Kemenhaj RI, Ichsan Marsha, saat memaparkan progres hasil evaluasi di lokasi diklat, Selasa (13/1/2026).
Laporan dari para komandan kompi menunjukkan bahwa peserta kini jauh lebih sinkron dalam koordinasi tim dibandingkan hari pertama. Peningkatan ini dianggap krusial, mengingat petugas nantinya akan menjadi dirigen utama dalam mengorkestrasi mobilisasi jemaah haji Indonesia, termasuk jemaah asal berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur yang memiliki karakter sosiologis unik.
Ichsan Marsha menjelaskan bahwa kedisiplinan yang ditempa di Pondok Gede adalah modal dasar untuk menjalankan fungsi perlindungan dan pelayanan. Tanpa fisik yang tangguh, petugas dikhawatirkan akan kewalahan saat mendampingi jemaah lansia dan jemaah berisiko tinggi di bawah cuaca ekstrem Arab Saudi.
“Kita ingin menghadirkan para petugas yang betul-betul siap secara fisik dan mental dalam melaksanakan tugas memberikan perlindungan, pelayanan, dan bimbingan bagi jemaah haji di Tanah Suci,” tegas Ichsan.
Setelah fase penguatan fisik ini dianggap stabil, Kemenhaj telah menyiapkan transisi materi ke tahap pendalaman tugas dan fungsi (tusi) layanan selama dua pekan ke depan. Progres diklat akan berlanjut pada penguasaan materi teknis, termasuk bimbingan fikih haji serta pelatihan bahasa Arab dan Inggris dasar untuk mempermudah jalur komunikasi diplomatik di lapangan.
Kemampuan bahasa ini menjadi salah satu indikator progres yang sangat dinantikan, agar petugas tidak mengalami kendala saat berhadapan dengan otoritas lokal di Arab Saudi. Dengan progres harian yang terus dipantau secara ketat, pemerintah optimistis seluruh personel PPIH 2026 akan mencapai level kesiapan paripurna tepat waktu sebelum kloter pertama diberangkatkan.
Kemenhaj berkomitmen untuk terus menjaga ritme pelatihan ini agar setiap tetes keringat peserta selama 20 hari di Pondok Gede berbuah pada kualitas layanan haji yang lebih aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh jemaah nasional. [ian/kun]




