Kemenkes Imbau Batasi Tradisi Walimatus Safar Sebelum Keberangkatan Haji

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau calon jemaah haji Indonesia tahun 2026 untuk membatasi tradisi walimatus safar atau acara syukuran pelepasan haji pada H-7 sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Imbauan ini bertujuan untuk menghindari kelelahan yang dapat membahayakan kesehatan jemaah.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo, menyatakan bahwa acara walimatus safar yang digelar secara berlebihan dapat memicu kelelahan fatal. Hal ini diungkapkan merujuk pada insiden tragis di musim haji sebelumnya, di mana seorang jemaah meninggal dunia di dalam pesawat akibat kelelahan ekstrem setelah menggelar open house selama tujuh hari berturut-turut.

"Jemaah itu kelelahan karena tujuh hari tujuh malam open house menerima tamu untuk walimatus safar. Sampai di pesawat dia kelelahan, mau ke toilet tidak sempat menunggu, akhirnya pingsan dan tidak tertolong. Itu contoh yang kita tidak harapkan terulang," ujar Liliek saat memberikan paparan dalam Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede.

Kemenkes menekankan pentingnya mengatur waktu secara bijak, dengan menyarankan agar seluruh kegiatan seremonial diselesaikan satu minggu sebelum keberangkatan. "Kami mohon, walimatus safar ini kalau bisa diadakan sesederhana mungkin. Ini sebenarnya acara tradisi, bukan sunnah. Tolong dilakukan maksimal satu minggu sebelum berangkat," tambah Liliek.

Persiapan Fisik dan Mental Sebelum Berangkat

Periode tenang selama satu minggu sebelum keberangkatan dianggap krusial untuk pemulihan stamina fisik dan mental. Kemenkes menyarankan agar waktu tersebut digunakan untuk aktivitas ringan, mengemas barang-barang kecil, serta menjaga pola tidur dan asupan gizi. Haji merupakan ibadah fisik yang berat dengan tantangan cuaca ekstrem, sehingga menjaga kesehatan hingga hari keberangkatan sangat penting.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Kemenkes berharap dengan pembatasan ini, risiko jatuh sakit atau meninggal dunia saat perjalanan dapat diminimalisir, dan jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Vietnam Tumbuh 8 Persen, Indonesia Bisa!
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polda Metro Bongkar Laboratorium Narkoba di Apartemen Greenbay
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Video: Situasi Makin Memanas, AS Perintahkan Warga Keluar dari Iran
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Daftar Pemenang Golden Globes 2026
• 17 jam lalubeautynesia.id
thumb
Cuaca Ekstrem Terjang Jatim, Alat Peringatan Dini Banjir di Jombang Rusak
• 9 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.