Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyorot demonstrasi besar-besaran di Iran. Ia meminta warga Iran terus melakukan demonstrasi.
"Para Patriot Iran, TERUS BERDEMONSTRASI - KUASAI LEMBAGA-LEMBAGA ANDA!!!... BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social dilansir dari Reuters, Selasa (13/1/2025).
Trump sendiri telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai "pembunuhan tanpa akal sehat" terhadap para demonstran berhenti.
Kerusuhan yang dipicu oleh kondisi ekonomi yang buruk, telah menimbulkan tantangan internal terbesar bagi penguasa ulama Iran setidaknya selama tiga tahun. Seorang pejabat Iran mengatakan sebelumnya sekitar 2.000 orang telah tewas dalam protes tersebut.
Pejabat Iran tersebut, berbicara kepada Reuters, mengatakan orang-orang yang ia sebut teroris berada di balik kematian para demonstran dan personel keamanan. Pejabat tersebut, yang menolak disebutkan namanya, tidak memberikan rincian siapa saja yang tewas.
Pada Senin (12/1) malam, Trump mengumumkan tarif impor 25% untuk produk dari negara mana pun yang berbisnis dengan Iran. Diketahui, Iran merupakan eksportir minyak utama.
Trump juga mengatakan tindakan militer termasuk di antara opsi yang sedang ia pertimbangkan untuk menghukum Iran atas tindakan keras tersebut. "kami siap siaga," terang Trump.
Iran belum menanggapi secara publik pengumuman tarif Trump. Iran, yang sudah berada di bawah sanksi berat AS, mengekspor sebagian besar minyaknya ke China, dengan Turki, Irak, Uni Emirat Arab, dan India termasuk di antara mitra dagang utamanya yang lain.
(isa/isa)



