KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memperingatkan para kepala kantor dan pejabat Kementerian Agama se-Jawa Timur, agar tidak terjerumus atau terjebak ke tindak pidana korupsi. KPK juga terus meminta media untuk memberitakan kasus korupsi, agar pejabat takut apabila ingin memakan uang rakyat.
Peringatan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo saat kegiatan Sosialisasi Bahaya Praktik Korupsi, di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Selasa (13/1) sore. Kegiatan sosialisasi antikorupsi itu diikuti para kepala kantor dan pejabat di Kementerian Agama Jawa Timur.
Ini adalah kegiatan Trisula Pemberantasan Korupsi yang dilakukan KPK sebagai strategi untuk menekan praktik korupsi. Mengingat angka korupsi di Indonesia masih tinggi. Trisula yang dimaksud meliputi kegiatan pendidikan, pencegahan, dan penindakan.
Baca juga : KPK Diminta Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Dam Boreng Lumajang
"Yang jelas untuk menghindari perbuatan tindak pidana korupsi, karena korupsi akibatnya luar biasa," kata Ibnu.
Dalam kegiatan ini, Wakil Ketua KPK tersebut memberikan pendidikan terkait bahaya korupsi. Ibnu juga menjelaskan berbagai jenis praktik korupsi, yang bisa membuat pejabat terjebak korupsi dan berakhir di balik jeruji.
Pada kesempatan itu Ibnu juga menegaskan pentingnya media, untuk terus memberitakan kasus korupsi. Peran media memberitakan kasus korupsi, bisa membuat pejabat berpikir, apabila ingin makan uang rakyat.
Kegiatan Sosialisasi Pemberantasan Korupsi ini juga akan terus dilakukan di instansi pemerintah lainnya. Terutama di instansi pemerintah yang rawan terjadinya tindak pidana korupsi. (Z-1)



