BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca dan gelombang laut untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Potensi hujan lebat, angin kencang, serta gelombang laut sedang hingga tinggi diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan, yakni pada 12 hingga 17 Januari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenote’k, mengatakan sebagian besar wilayah NTT berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat hingga 14 Januari 2026.
Baca juga : Prakiraan Cuaca Sumatra Utara: BMKG Waspadai Hujan Ringan hingga Sedang di Beberapa Wilayah
“Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi hampir merata di wilayah NTT, meliputi Flores, Pulau Timor, Lembata, Alor, hingga Pulau Sumba,” ujar Sti Nenote’k, Selasa (13/1).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh menguatnya Monsun Asia yang meningkatkan suplai uap air, serta adanya pusat tekanan rendah di wilayah timur laut dan barat laut Australia yang menyebabkan pertemuan dan perlambatan angin di wilayah NTT. Selain itu, aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Atmosfer Kelvin, serta gelombang atmosfer rendah turut memperkuat pertumbuhan awan hujan.
Selain potensi cuaca ekstrem di daratan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang laut untuk perairan NTT pada 14-17 Januari 2026.
Baca juga : Masih Periode Musim Hujan, BMKG Catat Suhu di Bandung Terasa lebih Dingin
Gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan, antara lain Selat Sape, Perairan Flores, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, Selat Pukuafu, serta perairan sekitar Timor, Kupang-Rote, dan Sabu-Raijua.
Tinggi Gelombang 2,5-4 MeterSementara itu, gelombang kategori tinggi dengan ketinggian 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Laut Sawu pada 16 Januari 2026 pukul 08.00 Wita hingga 17 Januari 2026 pukul 08.00 Wita.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemunculan awan Cumulonimbus yang dapat memicu hujan lebat, angin kencang, serta peningkatan tinggi gelombang dan perubahan arah angin secara tiba-tiba.
Selain itu, terdapat potensi angin kencang di wilayah Kabupaten Ende selama masa peringatan dini.
Nelayan, pelaku pelayaran, dan pengguna transportasi laut juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas transportasi. (PO/E-4)




