Beirut (ANTARA) - Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) mengatakan pada Senin (12/1) malam waktu setempat bahwa tank-tank Israel menembaki lokasi di dekat posisi pasukan penjaga perdamaiannya di Lebanon selatan dan menyebut tindakan Israel itu sebagai pelanggaran serius terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
UNIFIL mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan penjaga perdamaian mengamati dua tank Merkava Israel bergerak dari posisi Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) di wilayah Lebanon dekat Kota Sarda, merangsek lebih jauh ke dalam wilayah Lebanon pada Senin pagi.
Meskipun pasukan penjaga perdamaian melalui saluran penghubung telah meminta Israel untuk menghentikan aktivitas tersebut, sebuah tank Israel melepaskan tiga tembakan, dengan dua di antaranya mendarat sekitar 150 meter dari posisi pasukan penjaga perdamaian.
Saat personel PBB berusaha mundur untuk menyelamatkan diri, IDF "terus melacak dengan laser" dari tank-tank tersebut, ungkap pernyataan itu.
Tank-tank itu pun mundur sekitar 30 menit kemudian, dan tidak ada laporan korban luka.
UNIFIL menyampaikan bahwa pihaknya telah memberi tahu IDF sebelumnya tentang aktivitas di area tersebut sesuai dengan prosedur standar untuk patroli di dekat Garis Biru, dan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang teridentifikasi sedang melakukan tugas semakin sering terjadi.
UNIFIL menyerukan kepada IDF agar menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian dan menghentikan serangan terhadap mereka. UNIFIL juga mengatakan bahwa tindakan IDF seperti itu merusak stabilitas regional.
UNIFIL mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan penjaga perdamaian mengamati dua tank Merkava Israel bergerak dari posisi Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) di wilayah Lebanon dekat Kota Sarda, merangsek lebih jauh ke dalam wilayah Lebanon pada Senin pagi.
Meskipun pasukan penjaga perdamaian melalui saluran penghubung telah meminta Israel untuk menghentikan aktivitas tersebut, sebuah tank Israel melepaskan tiga tembakan, dengan dua di antaranya mendarat sekitar 150 meter dari posisi pasukan penjaga perdamaian.
Saat personel PBB berusaha mundur untuk menyelamatkan diri, IDF "terus melacak dengan laser" dari tank-tank tersebut, ungkap pernyataan itu.
Tank-tank itu pun mundur sekitar 30 menit kemudian, dan tidak ada laporan korban luka.
UNIFIL menyampaikan bahwa pihaknya telah memberi tahu IDF sebelumnya tentang aktivitas di area tersebut sesuai dengan prosedur standar untuk patroli di dekat Garis Biru, dan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang teridentifikasi sedang melakukan tugas semakin sering terjadi.
UNIFIL menyerukan kepada IDF agar menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian dan menghentikan serangan terhadap mereka. UNIFIL juga mengatakan bahwa tindakan IDF seperti itu merusak stabilitas regional.




