Abu Dhabi (ANTARA) - Perusahaan energi terbarukan Uni Emirat Arab (UEA) Masdar menyatakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata di Jawa Barat terus beroperasi sesuai ekspektasi dan semakin menjadi perhatian internasional.
Head of Business Development for Asia-Pacific Masdar Fatima Al Suwaidi mengatakan kepada ANTARA di Abu Dhabi, Selasa (13/1), bahwa kinerja PLTS Terapung Cirata berjalan sesuai perencanaan.
Hal ini didukung studi pasar yang komprehensif serta penyesuaian operasional yang mempertimbangkan kondisi musim kemarau maupun musim hujan.
Ia menambahkan kapasitas operasional proyek juga terus diperkuat, termasuk melalui penambahan tenaga ahli Indonesia yang direkrut khusus untuk mendukung operasional di lokasi.
Baca juga: Prabowo ingin maksimalkan pemanfaatan PLTS, target 5 tahun mandiri
“Proyek ini menarik banyak perhatian dari komunitas internasional. Kami menerima kunjungan dua kali seminggu di lokasi Cirata,” kata Al Suwaidi di sela kegiatan Abu Dhabi Sustainability Week.
“Ini menjadi contoh yang sangat baik tentang apa yang dapat dicapai Indonesia dalam pengembangan tenaga surya terapung dan energi terbarukan secara keseluruhan,” ujarnya menambahkan.
Menurut Al Suwaidi, Masdar melihat Indonesia sebagai mitra jangka panjang dalam memperluas ambisi energi bersihnya.
“Kami berkomitmen berada di Indonesia. Kami punya rencana jangka panjang dan ingin terus menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi pemerintah Indonesia,” katanya.
Ia juga menyambut baik perkembangan regulasi dan dukungan pemerintah yang dinilai semakin membuka peluang investasi energi terbarukan di Indonesia dalam tiga hingga empat tahun terakhir.
Menurutnya, teknologi PLTS terapung sangat menjanjikan mengingat luasnya area waduk di Indonesia.
Indonesia telah mengidentifikasi sekitar 250 waduk yang berpotensi dikembangkan menjadi lokasi PLTS terapung.
“Kami ingin bekerja sama dengan pemerintah untuk memperluas dan mereplikasi kesuksesan Cirata di waduk-waduk lainnya,” ujarnya.
Masdar menandatangani perjanjian jual beli listrik (PPA) dengan PT PLN Nusantara Renewables pada Januari 2020 untuk membangun PLTS Terapung Cirata.
Baca juga: Indonesia dinilai berada di jalur yang tepat dorong transisi energi
Proyek berkapasitas 145 megawatt (MW) tersebut merupakan proyek PLTS terapung pertama Masdar sekaligus proyek energi terbarukan perdananya di Asia Tenggara.
Dibangun di atas area seluas 250 hektare di Waduk Cirata, pembangkit ini mulai beroperasi pada 2023 dan mampu memasok listrik bersih untuk 50.000 rumah, serta menurunkan emisi karbon hingga 214.000 ton per tahun.
Pada April 2025, Masdar dan PLN kembali menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan kapasitas PLTS Terapung Cirata menjadi 500 MW.
Head of Business Development for Asia-Pacific Masdar Fatima Al Suwaidi mengatakan kepada ANTARA di Abu Dhabi, Selasa (13/1), bahwa kinerja PLTS Terapung Cirata berjalan sesuai perencanaan.
Hal ini didukung studi pasar yang komprehensif serta penyesuaian operasional yang mempertimbangkan kondisi musim kemarau maupun musim hujan.
Ia menambahkan kapasitas operasional proyek juga terus diperkuat, termasuk melalui penambahan tenaga ahli Indonesia yang direkrut khusus untuk mendukung operasional di lokasi.
Baca juga: Prabowo ingin maksimalkan pemanfaatan PLTS, target 5 tahun mandiri
“Proyek ini menarik banyak perhatian dari komunitas internasional. Kami menerima kunjungan dua kali seminggu di lokasi Cirata,” kata Al Suwaidi di sela kegiatan Abu Dhabi Sustainability Week.
“Ini menjadi contoh yang sangat baik tentang apa yang dapat dicapai Indonesia dalam pengembangan tenaga surya terapung dan energi terbarukan secara keseluruhan,” ujarnya menambahkan.
Menurut Al Suwaidi, Masdar melihat Indonesia sebagai mitra jangka panjang dalam memperluas ambisi energi bersihnya.
“Kami berkomitmen berada di Indonesia. Kami punya rencana jangka panjang dan ingin terus menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi pemerintah Indonesia,” katanya.
Ia juga menyambut baik perkembangan regulasi dan dukungan pemerintah yang dinilai semakin membuka peluang investasi energi terbarukan di Indonesia dalam tiga hingga empat tahun terakhir.
Menurutnya, teknologi PLTS terapung sangat menjanjikan mengingat luasnya area waduk di Indonesia.
Indonesia telah mengidentifikasi sekitar 250 waduk yang berpotensi dikembangkan menjadi lokasi PLTS terapung.
“Kami ingin bekerja sama dengan pemerintah untuk memperluas dan mereplikasi kesuksesan Cirata di waduk-waduk lainnya,” ujarnya.
Masdar menandatangani perjanjian jual beli listrik (PPA) dengan PT PLN Nusantara Renewables pada Januari 2020 untuk membangun PLTS Terapung Cirata.
Baca juga: Indonesia dinilai berada di jalur yang tepat dorong transisi energi
Proyek berkapasitas 145 megawatt (MW) tersebut merupakan proyek PLTS terapung pertama Masdar sekaligus proyek energi terbarukan perdananya di Asia Tenggara.
Dibangun di atas area seluas 250 hektare di Waduk Cirata, pembangkit ini mulai beroperasi pada 2023 dan mampu memasok listrik bersih untuk 50.000 rumah, serta menurunkan emisi karbon hingga 214.000 ton per tahun.
Pada April 2025, Masdar dan PLN kembali menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan kapasitas PLTS Terapung Cirata menjadi 500 MW.



