Bukan Semata Demi Ketenaran? Dedi Mulyadi Ungkap Program Populis Gagasannya Demi Layani Rakyat

grid.id
9 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Momen Dedi Mulyadi ungkap program populis mendadak jadi sorotan. Sang gubernur Jawa Barat itu bahkan menyebut program gagasannya bukan semata-mata untuk ketenaran.

Seperti yang diketahui, Dedi Mulyadi belakangan memang kerap dijuluki sebagai Gubernur Konten. Hal ini pun mencuat gegara Dedi Mulyadi kerap membuat konten dari apa yang dikerjakannya.

Meski begitu, Dedi Mulyadi mengaku tak sakit hati menerima julukan demikian. Ia juga membantah soal tudingan kebijakan berbagai program yang digagasnya hanya demi meningkatkan popularitas semata.

Sementara itu, sejauh ini ada beberapa program yang sudah dilakukan Dedi selama menjabat sebagai gubernur. Yakni mulai dari membangun ruang kelas baru, penguatan layanan kesehatan, perluasan jaringan listrik, normalisasi sungai hingga perbaikan dan penerangan jalan di sejumlah daerah di Jabar.

Dan paling terbaru, Dedi Mulyadi ungkap program populis gagasannya yang menuai pro kontra karena dituding hanya mengeruk ketenaran. Padahal ia mengaku semua hal yang dikerjakannya adalah demi melayani kebutuhan dasar masyarakat di daerah kepemimpinannya.

"Hari ini ada wacana yang dikembangkan bahwa Gubernur Jawa Barat sangat ambisius terhadap program populis. Padahal yang kita kerjakan, yang kita selesaikan hari ini adalah kebutuhan dasar masyarakat dan itu layanan wajib yang harus dilaksanakan oleh pemerintah," ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari TribunJabar.id, Selasa (13/1/2026).

Lebih lanjut, Dedi menuturkan penerintah sedang mengebut mengerjakan tugas pembangunan sarana pendidikan. Sebab Jabar ingin akses pendidikan terjamin hingga tingkat SMA dan SMK agar tidak terus muncul masalah saat penerimaan siswa baru.

"Kalau pemerintah provinsi tidak bangun sekolah, nanti teriak-teriak ketika penerimaan siswa baru karena ruang kelasnya tidak cukup," imbuh Dedi Mulyadi.

Tak berhenti sampai di situ, Dedi juga menyinggung persoalan yang dihadapi warganya. Terutama yang belum memiliki akses listrik karena kemiskinan. Dan untuk menanggulangi hal itu, Dedi ingin akses listrik bisa dijangkau dan harus segera ditangani.

"Kemudian kalau ada rakyat Jawa Barat ratusan ribu yang tidak punya jaringan listrik karena kemiskinan. Lantas kita membiarkan Indonesia merdeka 80 tahun warganya tidak punya listrik.

Itu kan pemerintah yang abai dan kita ingin menyelesaikannya," ungkap Dedi Mulyadi dikutip dari Kompas.com.

 

Tak berhenti sampai di situ, Dedi juga mengungkapkan keinginannya untuk membangun jaringan jalan yang baik, melengkapi penerangan jalan umun, serta membuat drainase.

"Kalau kita membangun jaringan jalan yang baik, tidak tambal-tambalan, tapi langsung dihotmik, di beton, dilengkapi oleh penerangan jalan umum, membuat drainase, itu adalah kebutuhan dasar," imbuhnya.

Dan terakhir, dimomen itu selain Dedi Mulyadi ungkap progam populis, ia juga ingin mengajak masyarakat untuk menjaga hasil pembangunan dan mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga.

"Pemimpin adalah menyelesaikan seluruh problem masyarakat agar minimal kebutuhan dasarnya terselesaikan," tandasnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kantornya Digeledah KPK, Ini Pengakuan DJP Kemenkeu
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Kharkiv Kembali Diguncang Serangan Rudal Rusia
• 17 jam laludetik.com
thumb
Kemenag Buka Seleksi Penerimaan Murid Baru Madrasah 2026, Ini Link Download Juknisnya
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Kabar Gembira, Diskon 50 Persen Iuran JKK–JKM untuk Ojol, Sopir hingga Kurir
• 11 jam laludisway.id
thumb
Video: Saham Properti Kompak Terbang, Begini Prospeknya di 2026!
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.