TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Di balik aksi simbolis mahasiswa terkait persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan, Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Muhammad Iqbal Ramdhani, justru menghadapi tudingan serius yang menyeret namanya.
Sebuah unggahan tangkapan layar percakapan yang beredar luas di media sosial menuding Iqbal meminta uang hingga Rp 50 juta agar aksi mahasiswa dibatalkan.
Iqbal menepis seluruh tudingan itu dan menyebutnya sebagai kabar bohong yang sengaja disebarkan untuk memecah fokus gerakan mahasiswa.
Baca juga: Viral Chat Dugaan Pemerasan Menjelang Demo Sampah, Ini Respons BEM UMJ
Berawal dari tangkapan layarIsu dugaan pemerasan yang ditujukan kepada Iqbal mulai mencuat setelah akun tertentu mengunggah percakapan WhatsApp yang mengatasnamakan seseorang yang mengaku mengenal Iqbal.
Dalam percakapan itu, Iqbal dituding kerap meminta uang kepada pihak yang menjadi sasaran aksi setiap kali BEM UMJ hendak menggelar demonstrasi.
"Iqbal sering pengen demo mulu, tapi setelah nego, demo bisa nggak jadi. Masalahnya setiap mau demo suka minta uang ke pejabat yang mau dia demo, puluhan juta," bunyi salah satu potongan percakapan yang beredar sejak Sabtu (10/1/2026).
Masih dalam percakapan yang sama, disebutkan bahwa menjelang aksi simbolis terkait sampah yang berlangsung pada 8 Januari 2026, Iqbal diduga meminta uang antara Rp 20 juta hingga Rp 50 juta agar aksi tersebut dibatalkan.
"Sekarang demo terkait sampah, tapi semalam minta uang 50 juta, demo nggak jadi kalau ada uang itu, terus turun menjadi 20 juta," tulis pengirim pesan dalam unggahan tersebut.
Namun, permintaan itu diklaim ditolak. Orang yang mengaku memiliki percakapan itu juga mengaku malu karena kop surat yang digunakan dalam komunikasi rencana aksi mencantumkan nama UMJ.
Baca juga: Ketua BEM UMJ Bantah Lakukan Pemerasan Rp 50 Juta soal Demo Sampah Tangsel
Bantahan Ketua BEM UMJMenanggapi kontroversi tersebut, Iqbal secara tegas membantah. Ia menyebut seluruh narasi yang beredar sebagai informasi palsu yang sengaja dikembangkan untuk merusak citra dirinya dan gerakan mahasiswa.
"Kmai bisa pastikan bahwa itu semua adalah hoaks. Itu semua adalah framing-an," ujar Iqbal saat ditemui di Kampus UMJ, Ciputat, Tangsel, Selasa (13/1/2026).
Ia menegaskan, pihak BEM UMJ, termasuk dirinya, sama sekali tidak pernah meminta uang ataupun melakukan intimidasi kepada pihak mana pun menjelang aksi.
Justru menurut dia, narasi yang beredar muncul untuk mengaburkan tujuan utama aksi dan memecah belah mahasiswa. Bahkan, Iqbal curiga ada pihak yang ingin mengalihkan fokus gerakan mereka.
"Kalau kami melihat, ini menjadi satu cipta kondisi untuk memecah belah gerakan aja sih," kata dia.
Baca juga: Ketua BEM UMJ Dipanggil Rektorat Tiga Kali soal Pemerasan Demo Sampah Tangsel




