Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengungkap alasan Ahmad Riansyah alias AH (29) membunuh istri sirinya berinisial SM (23) karena cemburu. SM yang merupakan terapis spa tersebut ditemukan tewas di kamar kosnya di Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (8/1).
Pelaku cemburu karena korban diduga memiliki hubungan dengan pria lain.
"Jadi motif dari pelaku, melakukan pembunuhan terhadap korban dikarenakan pelaku cemburu terhadap korban. Diawali percekcokan pada pagi hari," kata Braiel, Selasa (13/1).
Percekcokan keduanya diduga sudah berlangsung lama. Kemudian memuncak pada hari kejadian.
"Kami menduga dari beberapa petunjuk bahwa sudah ada percekcokan, perselisihan antara korban dan pelaku, beberapa hari sebelumnya," ucap dia.
Braiel bilang pembunuhan dilakukan Riansyah dengan tangan kosong. Korban dicekik hingga tewas.
Dugaan itu diperkuat dengan hasil autopsi korban. Ada bekas luka pada bagian lehernya.
"Didapati fakta bahwa korban ini meninggal akibat adanya kerusakan pada cincin tenggorokan akibat kekerasan benda tumpul," ujarnya.
Usai melakukan kejahatan, Riansyah sempat kabur ke wilayah Lebak, Banten. Di tempat pelariannya itu ia ditangkap pada Minggu (11/1) pukul 23.30 WIB.
Pengakuan Suami Siri yang Bunuh Terapis Spa di Bekasi: Berantem, Saya Piting
Cekcok akibat cemburu menjadi penyebab utama pembunuhan yang dilakukan Ahmad Riansyah (29) kepada seorang terapis spa berinisial SM (23) di Bekasi Selatan. Keduanya merupakan pasangan suami-istri melalui ikatan pernikahan siri.
Perselisihan ini bermula saat pelaku sedang sakit, namun korban tak bisa mengambil libur kerja untuk menemaninya.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Riansyah dalam pengakuannya saat ditangkap penyidik, sebagaimana terekam dalam video yang diterima kumparan, Selasa (13/1).
Ia sempat meminta korban pulang kerja lebih awal karena kondisi tubuhnya sedang tidak enak badan.
“Saya sakit, saya meriang. Udah itu saya ngomong sama dia, saya meriang, sayang saya mau pulang. Saya bilang, saya mau ngambil kunci kosan,” ujarnya kepada penyidik.
Ahmad kemudian mengambil kunci kos korban di tempat kerja dan pulang lebih dulu ke kos. Ia kembali meminta korban untuk pulang cepat.
“Saya bilang, kamu bisa pulang cepat nggak? Soalnya saya lagi ga enak badan. Dia bilang nggak bisa, soalnya saya izin terus takut dipecat,” ujar Ahmad. Mereka pun kembali ribut.
Cekcok pun berlanjut melalui percakapan telepon. Ahmad mengaku kesal karena korban harus melayani tamu hingga malam.
“Itu berantem di handphone dulu, Pak. Udah gitu soalnya tamu tuh kayaknya pulang malam, gak bakalan bisa pulang cepet,” ujarnya.
Korban akhirnya pulang sekitar pukul 12 malam sambil membawa makanan untuk pelaku. Namun konflik kembali memuncak keesokan paginya, Rabu (7/1), saat pelaku meminta korban mengambil libur kerja.
“Kalau udah gitu pagi-paginya tuh, kata saya tuh, kamu nggak bisa libur? (Dijawab) enggak, saya izin terus takut dipecat,” jelas Ahmad menirukan ucapan korban.
Sakit Hati Lihat Chat Korban dengan Tamu
Ahmad juga mengaku sakit hati setelah mengetahui korban berkomunikasi dengan tamu spa.
“Nah, udah begitu kan saya nyadap WA-nya. Katanya kamu jangan chatting-an sama tamu soalnya saya kan sakit hati. Soalnya kan kamu lupa ngapus chat,” jelasnya
“Dari situ, dia tuh pas saya sadap WA-nya, dia ngoceh-ngoceh. Saya lagi nyari duit, gini, gini, gini, gini,” ujarnya.
Emosi Ahmad yang memuncak membuatnya gelap mata. Pria tersebut kemudian memiting korban hingga wanita itu tak bernyawa.
“Dari situ langsung saya piting,” ungkapnya.
Tak Hanya Bunuh, Pelaku Juga Larikan Uang Terapis Spa di Bekasi Rp 2,8 Juta
Ahmad Riansyah (29) membunuh istri sirinya yang bekerja sebagai terapis spa di Bekasi, SM (23), lantaran sakit hati dan cemburu. Tak hanya membunuh, Ahmad juga melarikan uang milik korban.
Pengakuan itu disampaikan Ahmad Riansyah saat ditangkap oleh penyidik resmob Polda Metro Jaya. Pelaku mengaku mengambil uang milik korban dengan total Rp 2,8 juta.
“Enggak ada (yang diambil), cuma uang doang. Uang itu kalau nggak salah di saldo Rp 2,5 juta sama uang cash Rp 300,” ujarnya dalam video penangkapan yang diterima kumparan, Selasa (13/1).
Ahmad menyebut, saldo korban ditransfer ke akunnya sebelum ia kabur.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4589176/original/000746500_1695719795-PLTS_Cirata_akan_uji_coba-ARBAS_11.jpg)


