Menkes Budi: Cowok Perokok Red Flag, Perempuan Bakal Tanggung Risiko Kanker

suara.com
5 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi mengingatkan perempuan agar menghindari pria perokok sebab dampaknya ditanggung tubuh perempuan.
  • Paparan asap rokok menyebabkan perokok pasif berisiko kanker payudara dan serviks naik 40 persen lebih tinggi.
  • Pemerintah menyediakan layanan deteksi dini gratis di Puskesmas seperti USG dan tes HPV DNA untuk pencegahan kanker.

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan perempuan agar tidak mengabaikan kebiasaan merokok pada pasangan. Ia menyebut laki-laki perokok sebagai red flag besar karena dampak kesehatannya justru lebih banyak ditanggung perempuan.

"Buat para perempuan, termasuk anak ku sendiri, jangan pernah mau sama cowok perokok. Ini red flag besar. Dia yang merokok tapi tubuhmu yang menanggung akibatnya," kata Budi dikutip dari tayangan video pada akun resmi Instagram miliknya, Selasa (13/1/2026).

Menurut Budi, perempuan yang hidup atau berinteraksi dekat dengan perokok berisiko menjadi perokok pasif tanpa disadari. Asap rokok tidak hanya terhirup langsung, tetapi juga menempel di udara, pakaian, hingga rambut, lalu masuk ke dalam tubuh.

"Begitu jadi perokok pasif, resiko kanker payudara, kanker serviks naik 40 persen lebih tinggi. Dua kanker ini bisa cepat menggerogoti tubuhmu, mengganggu aktivitas, bahkan mendekatkanmu dengan kematian," ucap Budi.

Meski demikian, Budi menyebut pemerintah telah menyediakan layanan deteksi dini bagi perempuan yang memiliki faktor risiko. Melalui program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas, masyarakat bisa melakukan pemeriksaan tanpa biaya.

"Bisa screening lewat layanan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas. Kamu bisa lakukan pemeriksaan payudara klinis, USG buat lihat jaringan payudara, dan tes HPV DNA untuk deteksi dini ka ker serviks. Semuanya gratis di puskesmas," pesan Budi.

Diketahui, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dari Kemenkes tahun 2023, jumlah perokok aktif di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 70 juta orang. Sebanyak 28,99 persen di antaranya perokok mulai dari usia 15 tahun. Selain itu, persentase perokok pria paling tinggi memcapai 73,2 persen. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bhayangkara FC Fokus Benahi Kekompakan Tim, Seusai Dihancurkan PSBS Biak
• 7 jam lalugenpi.co
thumb
KPK Geledah Kantor DJP, Amankan Dokumen dan Uang 8.000 SGD
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Laporkan Timothy Ronald Terkait Kasus Dugaan Penipuan Kripto, Pelapor Ngaku Rugi Rp3 Miliar
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Ada Demo Ojol di Gambir Hari Ini, Warga Diminta Cari Jalan Alternatif
• 8 jam lalukompas.com
thumb
DPR Angkat Bicara soal Prabowo Sindir Bos BUMN Ndableg, Perusahaan Rugi tapi Tetap Minta Tantiem
• 43 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.