Liputan6.com, Jakarta - Di tengah gemerlap ibu kota Jakarta, ada satu kawasan permukiman yang jadi saksi perjuangan hidup sekelompok pedagang kopi jalanan. Setiap hari, mereka bertarung berebut pelanggan dengan pedagang kopi modern.
Meski sadar tak ada lapak estetik bisa dibanggakan. Abdul Rasyid atau Rasyid selalu yakin. Kerja kerasnya mengayuh sepeda menawarkan kopi ke tiap sudut Jakarta akan membawa rezeki tak sia-sia. Begitulah doa sederhana penjaja starling.
Advertisement
BACA JUGA: Di Bawah Bayang-Bayang Kopi Keliling Modern: Zulhari Kalah Cepat, Tak Dapat Lapak




