IHSG Dibuka Tembus 9.000 Didorong Laju BREN, BRMS, dan TLKM Cs

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (14/1/2026). Sejumlah saham berkapitalisasi pasar terbesar yang mendorongnya antara lain adalah BREN, BRMS, sampai TLKM.

Melansir RTI Business pukul 09.01 WIB, IHSG dibuka menguat 0,58% atau 51,13 poin ke 9.007,05. Pada awal perdagangan, IHSG sempat bergerak di rentang 8.997,1 hingga 9.021,14. 

Pasar langsung tancap gas dengan transaksi 2,49 miliar saham senilai Rp1,47 triliun. Di pembukaan ini, kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp16.388 triliun. Laju IHSG didorong oleh 352 saham yang dibuka menguat. Sisanya, sebanyak 134 saham dibuka melemah dan 472 saham belum berubah.

Saham-saham market cap jumbo yang menguat pada pembukaan ini antara lain adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang naik 5,98% ke Rp9.750, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) menguat 2,09% ke Rp1.220, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) menguat 1,78% ke Rp2.860, dan saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) naik 0,15% ke Rp17.125.

Berikutnya, ada saham PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) yang dibuka naik 2,93% ke Rp1.580, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) naik 2,59% ke Rp1.980, saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) naik 0,01% ke Rp218.400, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) menguat 0,96% ke Rp13.100, sampai saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang naik 1,66% ke Rp3.680.

Tim riset Phintraco Sekuritas menjelaskan, saat IHSG pada perdagangan Selasa (13/1) ditutup menguat 0,72% ke 8.948, terjadi penyempitan histogram positif MACD dan Stochastic RSI mengalami penurunan ke arah pivot.

Melalui analisa teknikal itu, IHSG hari ini diperkirakan masih berkonsolidasi pada kisaran 8.840-9.000, selama tidak ditutup di atas level 9.000. 

"Koreksi IHSG masih wajar selama tidak ditutup di bawah level 8.730. Sementara itu rupiah berlanjut melemah di level Rp16.877 per dolar AS di pasar spot, seiring dengan penguatan indeks dolar AS dan pelemahan mayoritas mata uang di Asia," tulis sekuritas dalam risetnya, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga : Transaksi Profit Taking Saham Konglomerat Pantik Volatilitas Tinggi IHSG

Sejumlah sentimen yang menyertai pergerakan pasar modal hari ini antara lain adalah kepastian pemerintah menjalankan program mandatori campuran Bahan Bakar Nabati (BBN) biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 40% (B40) pada BBM solar yang akan direalisasikan pada tahun ini. Sementara itu, B50 masih dalam kajian lebih lanjut, yang diharapkan akan siap implementasinya pada semester kedua 2026. 

"Penerapan B40 dan B50 ini diharapkan akan mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan berpengaruh positif terhadap pengembangan energi bersih. Kebijakan ini berpotensi menjadi faktor positif bagi fundamental saham sektor perkebunan CPO," tulis sekuritas.

Pasar juga mencermati perkembangan global. Phintraco Sekuritas merinci, dari China investor akan mencermati data trade balance Desember 2025 yang diperkirakan membukukan surplus US$105 miliar dari US$111,68 miliar pada November 2025.

Dari AS, akan dirilis indeks PPI Oktober dan November 2025. Selain itu, juga akan dirilis data retail sales pada November 2025 yang diperkirakan tumbuh 0,3% secara bulanan (MoM) dari bulan sebelumnya yang stagnan.

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG hari ini akan bergerak di level support 8.730 dan resistance di 9.000. Saham yang menjadi rekomendasi hari ini adalah BBNI, BMRI, PGEO, JPFA dan ISAT. 

IDX COMPOSITE INDEX - TradingView

Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, mengatakan IHSG kemarin ditutup naik 0,72%, disertai dengan net buy asing sekitar Rp1,45 triliun. Saham yang paling banyak dibeli investor asing adalah INCO, ASII, MBMA, BBNI, dan ANTM. 

“IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan sepanjang bertahan di support 8.860—8.900 dan resistance 8.970—9.000,” tulisnya dalam riset.

Pada hari ini, BNI Sekuritas merekomendasikan saham MEDC, ARCI, CDIA, MINA, ANTM, dan ENRG untuk dicermati investor sebagai trading idea

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kurs Rupiah Ditutup Rp16.877 per Dolar AS, Tekanan Global Masih Dominan
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ekonomi RI Ditarget Tumbuh 6% di 2026, Ekonom Ingatkan Ada Bahaya Ini
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ganggu Pejalan Kaki, Gerobak PKL dan Parkir Liar di Cempaka Putih Ditertibkan
• 3 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Tak Gentar Tekanan, John Herdman Siap Bangun Timnas Indonesia Lebih Kuat
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
17,6 Juta Wisatawan Mancanegara Ditargetkan Berkunjung ke Indonesia pada 2026
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.