1,5 juta pegawai Kemenag terlayani pembelajaran digital sepanjang 2025

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (Pusbangkom SDM) melaporkan selama tahun 2025 berhasil melayani 1,5 juta pegawai melalui pembelajaran digital terintegrasi.

Kepala Pusbangkom SDM Mastuki mengatakan angka tersebut melampaui target yang ditetapkan Bappenas, yaitu 1,3 juta pegawai. Selain itu, menjadi indikator tingginya semangat ASN Kementerian Agama untuk mengembangkan kompetensi.

“Saya membaca capaian ini lebih bersifat kualitatif, yakni semangat pegawai Kementerian Agama untuk adaptif dengan perubahan dan menyesuaikan kompetensi untuk kemajuan organisasi. Itu jauh lebih penting dari sekedar angka,” ujar Mastuki saat dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu.

Menurutnya, pengembangan kompetensi adalah kewajiban pegawai sendiri, bukan hak yang harus dituntut. Karena itu, Kemenag hanya menyediakan wahana pembelajaran yang memungkinkan semua pegawai bisa belajar secara mandiri.

“Belajar mandiri, self learning harus menjadi habit dan kultur baru. Tidak bisa hanya mengandalkan penugasan. Sistem kerja kita sudah berubah. Dan modal melakukan perubahan salah satunya adalah semangat mengembangkan diri, keinginan untuk terus menerus mengetahui hal-hal baru,” kata dia.

Baca juga: Kemenag perkuat peran zakat sebagai perlindungan sosial kebencanaan

Mastuki menjelaskan layanan kompetensi 1,5 juta pegawai itu dilakukan dengan skema optimalisasi platform MOOC Pintar. Paling masif melalui pelatihan daring dan self learning. Kemudian ada fitur knowledge sharing, klinik pembelajaran, dan pendampingan secara intensif.

“Semua pembelajaran dilakukan dengan basis teknologi. Ada yang melalui belajar mandiri, berbagi pengetahuan, tapi juga ada yang basisnya belajar terbimbing. Tapi semua terintegrasi dengan teknologi. Ada 110 jenis pelatihan, 42 belajar terbimbing, 38 berbagi pengetahuan, dan 13 uji kompetensi,” kata dia.

Mastuki menambahkan profil pegawai yang mengikuti pengembangan kompetensi itu 1,3 juta adalah PNS dan PPPK Kementerian Agama. Sisanya berasal dari instansi lain dan masyarakat umum yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Kemenag.

Usia rata-rata mayoritas berumur 41-50 tahun, sebanyak 38 persen. Sisanya, umur 51-60 tahun mencapai 21 persen. Usia 31-40 tahun sebanyak 28 persen, dan 21-30 tahun sebanyak 11 persen.


Baca juga: Seribuan penghulu PPPK dibekali teknik memandu pernikahan

Mastuki juga mengungkapkan mayoritas peserta yang mengikuti pengembangan kompetensi merasa sangat puas dengan layanan yang diselenggarakan oleh Pusbangkom SDM.

“82 persen peserta merasa sangat puas dengan relevansi materi, penjelasan, penyajian, kualitas materi, dan kemudahan platform,” ujarnya.

“Sementara 80 persen peserta berjanji untuk menerapkan hasil belajarnya, dan 81 persen meyakini bahwa pengembangan kompetensi ini akan meningkatkan efektivitas kerja dan berkontribusi pada kualitas layanan di tempat kerjanya masing-masing,” katanya menambahkan.

Baca juga: Kemenag pastikan KBM madrasah di Sumbar telah berjalan pascabanjir


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Aset Potensial untuk Hadapi Inflasi di 2026
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Resmi, Joao Cancelo Kembali ke Barcelona
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
3 Orang Tewas karena Tersengat Listrik saat Banjir di Cilincing, Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Dipecat Madrid, Xabi Alonso Sudah Menyatakan Keinginannya Latih Liverpool
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Grab Janji Tanggung Iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk Pengemudi "Berprestasi"
• 18 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.