JAKARTA, KOMPAS.com - Mayoritas masyarakat yang berusia kurang dari 26 tahun atau generasi Z menginginkan sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung.
Hal tersebut terekam dalam hasil jajak pendapat Litbang Kompas yang menunjukkan 89,5 persen gen Z menghendaki mekanisme pemilihan secara langsung.
"Terekam sebanyak 89,5 persen dari pemilih gen Z di jajak pendapat ini menyatakan dukungannya terhadap mekanisme pilkada langsung. Angka ini tercatat paling tinggi jika dibandingkan dengan kelompok generasi yang lainnya," bunyi hasil jajak pendapat dilansir dari Kompas.id, Rabu (14/1/2026).
Baca juga: Seperti Apa Skema E-Voting Jika Diterapkan dalam Pilkada?
Dalam hasil jajak pendapat tersebut, tidak ada satupun gen Z yang mendukung sistem pilkada lewat DPRD.
Sedangkan 10,5 persen generasi Z menjawab bahwa pilkada langsung atau tidak langsung sama saja.
Mayoritas Publik Inginkan Pilkada LangsungAdapun secara keseluruhan, mayoritas publik atau 77,3 persen responden menyatakan bahwa pilkada langsung merupakan sistem pemilihan paling cocok.
Sedangkan yang menyatakan bahwa kepala daerah dipilih oleh DPRD merupakan sistem yang paling cocok sebesar 5,6 persen.
Baca juga: Pilkada Lewat DPRD: Demi Efisiensi atau Politik Kartel?
Lalu, 15,2 persen responden menyatakan "Keduanya sama saja" dan 1,9 persen publik menjawab "Tidak tahu".
Dari 77,3 persen publik yang menyatakan cocok terhadap pilkada langsung, 46,2 persen di antaranya menyatakan bahwa demokrasi dan partisipasi menjadi alasannya memilih sistem tersebut.
Selanjutnya, 35,5 persen menjawab bahwa kualitas pemimpin menjadi alasan memilih pilkada dipilih oleh rakyat secara langsung. Lalu, ketidakpercayaan terhadap pemerintah (5,4 persen), lainnya (1,4 persen), dan tidak tahu (4,5 persen).
Baca juga: Kalau Mewakili Rakyat, Mestinya Partai Tolak Pilkada Lewat DPRD
Litbang Kompas melakukan pengumpulan pendapat melalui telepon pada 8 hingga 11 Desember 2025.
Sebanyak 510 responden dari 76 kota di 38 provinsi berhasil diwawancarai. Sampel ditentukan secara acak dari responden panel Litbang Kompas sesuai proporsi jumlah penduduk di setiap daerah.
Metode ini pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error penelitian ± 4,24 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Meskipun demikian, kesalahan di luar pengambilan sampel dimungkinkan terjadi.
Berita ini dilansir dari Kompas.id dengan judul "Gen Z Menolak Pilkada DPRD"
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



