Pramono Mulai Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau sekaligus menyaksikan pemotongan tiang monorel yang sudah lama mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pramono didampingi mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso atau Bang Yos.

Pantauan detikcom di Jalan HR rasuna Said, tepatnya di Halte LRT Setia Budi, Jakarta Selatan, pada Rabu (14/1/2026) pukul 08.57 WIB, Pramono yang mengenakan baju dinas berwarna putih tampak didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto, Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo, Kepala Dinas Bina Marga DKI Heru Suwondo, dan beberapa jajarannya. Mereka meninjau tiang-tiang monorel yang akan dipotong.

Sejumlah alat berat seperti mesin las potong untuk memangkas besi pun disiapkan di lokasi. Pemotongan besi tiang monorel pertama dipotong pada pukul 09.07 WIB oleh petugas Binas Marga. Pramono dan jajarannya pun menyaksikan pemotongan aset yang sudah lama mangkrak itu.

Baca juga: Tiang Monorel di Rasuna Said Akan Dibongkar, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin

Di sekitar lokasi juga tampak petugas Dishub DKI yang sudah berjaga dan mengatur lalu lintas. Terdapat satu mobil Dishub yang digunakan sebagai penunjuk jalan bagi kendaraan yang melintas.

Situasi lalu lintas di jalan Rasuna Said arah Gatot Subroto juga terpantau ramai lancar, meskipun salah satu jalur lambatnya ditutup sementara.

"Patuhi rambu lalu lintas dan ikuti arahan petugas di Lapangan. Mohon maaf perjalanan Anda terganggu," tulis dishub di mobilnya menggunakan LED.

Baca juga: Tiang Monorel di Rasuna Said Bakal Dibongkar Hari Ini

Adapun menurut informasi yang dihimpun, saat ini terdapat 98 tiang monorel yang dibiarkan berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said-Jalan Asia Afrika.

Pembangunan monorel mulanya dimulai pada 2004. Saat itu Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan pemancangan tiang pancang pertama di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan, pada 14 Juni 2004. Dia menekan tombol sirene sekitar pukul 10.30 WIB.

Saat itu Gubernur Jakarta dijabat Sutiyoso. Pada 2008, pengembang sekaligus investor proyek ini, yakni PT Jakarta Monorail (PT JM), dikabarkan pening bukan kepalang karena masalah pendanaan. Saat itu, tiang-tiang yang kadung dibangun mangkrak menjadi monumen nirfaedah. Nilai proyeknya mencapai USD 450 juta. PT JM mengaku tidak mampu memenuhi syarat investasi USD 144 juta.

Lalu pada kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo pada 2011, pembangunan proyek monorel dihentikan. Pihak PT JM minta ganti biaya investasi Rp 600 miliar, tapi Foke menolak. Saat itu Pemprov DKI hanya akan membayar sesuai rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Saksikan Live DetikPagi:






(bel/yld)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wacana TNI Tangani Terorisme Jadi Sorotan, Tentara Disebut Bukan Penegak Hukum
• 7 jam lalugenpi.co
thumb
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, DPD RI Soroti Beberapa Hal Ini
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Menteri HAM Sebut Pengawasan Kualitas Makanan MBG Tidak Boleh Longgar
• 15 jam laludetik.com
thumb
Paradoks Nilai Teknologi: Saat Inovasi Jadi Ancaman
• 4 jam laludetik.com
thumb
Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Selama Januari, Fokus Keselamatan dan Pemulihan Alam
• 17 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.