jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memperkuat infrastruktur digital dan keamanan siber guna mendukung pembangunan kawasan transmigrasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Kedua pihak sepakat untuk saling mendukung sesuai tugas dan fungsi masing-masing instansi.
BACA JUGA: Tim Patriot Kementrans-UI Hadirkan Revolusi Pendidikan Tanggap Bencana di Morotai
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan pentingnya dukungan BSSN dalam penyediaan infrastruktur digital, khususnya jaringan internet yang stabil dan aman guna menunjang Kampus Patriot di sejumlah kawasan transmigrasi.
BACA JUGA: Audiensi dengan Kementrans, Pemkab Muba Usulkan Pembangunan Kawasan Transmigrasi
Mentrans Iftitah menyampaikan pihaknya akan membangun tiga Kampus Patriot di Kawasan Barelang, Batam; Mamuju, Sulawesi Barat; dan Salor, Papua.
"Kami mohon bantuan BSSN untuk dukungan sinyal karena para mahasiswa akan menjalani pendidikan jarak jauh,” ujar Mentrans Iftitah dalam keterangannya, Rabu (14/1).
BACA JUGA: Kementrans Siapkan Barelang Jadi Pilot Project Kawasan Transmigrasi Terintegrasi
Menteri Iftitah menjelaskan Kementrans akan memberikan beasiswa Patriot kepada mahasiswa S2 dari tujuh kampus, yakni Universitas Indonesia (UI), IPB University, Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Para penerima beasiswa patriot akan terjun langsung ke kawasan transmigrasi sebagai sumber daya manusia (SDM) unggul yang bertugas menjadi tim pendahulu (advance) untuk melakukan pemetaan potensi wilayah.
Mereka akan belajar di Kampus Patriot yang berlokasi di kawasan transmigrasi untuk menciptakan solusi yang dihadapi para transmigran.
“Tahun ini kami kirim mahasiswa untuk tinggal bersama transmigran. Mereka menjadi ‘dokter’ bagi transmigran, misalnya membantu persoalan hama, pertanian, dan lainnya,” tutur Mentrans Iftitah.
Sementara itu, Kepala BSSN Letjen (Purn) Nugroho Sulistyo Budi menyambut baik kolaborasi tersebut.
Dia menyatakan kesiapan BSSN untuk bersinergi dengan Kementerian Transmigrasi.
“Terima kasih atas kepercayaan kepada BSSN untuk mendukung Kementerian Transmigrasi. Kami siap berkoordinasi dan memberikan layanan. BSSN bekerja 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, untuk memonitor dinamika ancaman, khususnya yang menyasar kementerian dan lembaga,” ujar Nugroho.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BSSN menyatakan telah memberikan dukungan kepada Kementerian Transmigrasi khususnya dalam melindungi aset digital, termasuk pengamanan situs resmi dari potensi serangan siber.
“BSSN membantu monitoring dan support. Sistem transmigrasi juga sudah ada sejak November tahun lalu,” kata Nugroho.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama lintas sektor guna mewujudkan ekosistem digital yang aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung percepatan pembangunan kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. (mrk/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kementrans-BGN Berkolaborasi, Segera Bangun Ratusan SPPG di Kawasan Transmigrasi
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472033/original/016450400_1768306145-WhatsApp_Image_2026-01-13_at_18.14.49.jpeg)


