FAJAR, MAKASSAR –Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026-2030 digelar hari ini. Kini, pemilihan dilangsungkan di tingkat Majelis Wali Amanat (MWA).
Tantanganb besar menanti ketiga calon rektor Unhas, masing-masing Prof Jamaluddin Jompa, Prof Sukardi Weda, dan Prof Budu. Terutama, untuk mempertahankan reputasi Unhas.
Unhas tidak hanya menjadi yang terbaik di Kawasan Timur Indonesia (KTI), tetapi salah satu yang terbaik di Indonesia. Bahkan, kini Unhas sudah menembus 1.000 kampus terbaik di dunia. Reputasi besar ini menjadi beban tersendiri bagi rektor terpilih untuk melanjutkan legacy yang sudah ada selama ini.
Dekan FISIP Unhas Prof Sukri Tamma mengatakan, sebagai universitas dengan reputasi yang sangat baik, baik di tingkat nasional maupun internasional, Unhas tentu membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu mempertahankan capaian tersebut, tetapi juga membawa Unhas menjadi lebih baik lagi. Unhas tidak ingin hanya bersaing sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia, tetapi di panggung dunia.
“Unhas ingin menjadi salah satu yang universitas terbaik di dunia. Saat ini, Unhas telah masuk dalam peringkat 950–1000 dunia versi QS Ranking. Hal ini bukan hanya sebuah capaian, tetapi juga tantangan untuk terus dikembangkan,” ujar Prof Sukri.
Menurut Prof Sukri, tantangan ke depan adalah mendorong Unhas lebih maju, baik secara internal maupun eksternal mampu mewujudkan visi dan misinya. Unhas harus menjadi institusi pendidikan yang lebih baik, memastikan kesejahteraan mahasiswa, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan tetap terjaga, serta meningkatkan reputasi melalui berbagai capaian, baik dalam konteks akademik maupun sistem manajemen perguruan tinggi.
“Inilah tantangan utama yang harus dihadapi. Karena itu, Unhas harus benar-benar memastikan bahwa pemimpin yang akan dilantik mampu menjamin capaian tersebut. Jika tidak, tentu ada kekhawatiran Unhas justru mengalami kemunduran, padahal kita semua tidak ingin berhenti pada capaian saat ini, melainkan terus berkembang,” beber Prof Sukri.
Menurut Prof Sukri, peningkatan infrastruktur kampus dan di semua lini juga turut harus menjadi perhatian. Meski saat ini Unhas sudah terbilang maju dan merata berdasarkan kebutuhan keilmuan masing-masing jurusan, namun dengan target agar semua jurusan bisa memenuhi standar internasional, maka peningkatan infrastruktur harus dilakukan.
Seluruh daya dukung perlu terus disiapkan. Kata ia, upaya ini sebenarnya sudah mulai dilakukan oleh para rektor sebelumnya dan juga oleh rektor saat ini. Ke depan, ia berharap rektor berikutnya, siapapun yang terpilih, dapat melanjutkan dan meningkatkan apa yang sudah ada menjadi lebih baik lagi.
“Masing-masing bidang ilmu memiliki kebutuhan dan ruang pengembangan yang berbeda. Harapannya, daya dukung yang tersedia benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengembangan masing-masing bidang tersebut,” kata Prof Sukri.
Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, Unhas juga dituntut oleh pemerintah untuk terlibat dalam program-program strategis nasional. Dalam hal ini, Unhas selama ini selalu menjadi mitra strategis pemerintah. Banyak program pemerintah yang dilaksanakan oleh Unhas, maupun sebaliknya, kerja sama yang dilakukan bersama pemerintah.
Sinergi antara Unhas dan pemerintah sejauh ini berjalan dengan sangat baik, baik dalam kapasitas Unhas sebagai mitra strategis maupun sebagai pelaksana program-program pemerintah yang relevan.
“Karena itu, UNHAS diakui sebagai salah satu institusi terbaik, tidak hanya dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuannya menjadi mitra strategis pemerintah,” tambahnya.
Calon Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa mengaku sudah siap menghadapi pemilihan tingkat MWA. Prof JJ sapaannya, sudah siap memaparkan program kerja di hadapan jajaran MWA.
“Sebagai incumbent, tentu saya akan presentasi tentang capaian-capaian selama ini dan rencana terobosan seperti apa dalam akselerasi berbagai indikator kunci yang telah menjadi ketetapan Kemendiktisaintek,” ujar Prof JJ.
Prof JJ mengaku tenang menghadapi proses pemilihan tingkat MWA. Kenangan manis pada Pilrek Unhas 2022 lalu menjadi pengalaman yang ingin ia ulang.
Pada Pilrek Unhas 2022 lalu, Prof JJ menang dengan 11 suara. Unggul dari dua pesaingnya, Prof Farida Patittingi 9 suara dan Prof Budu 5 Suara. Pilrek kali ini, Prof JJ tak punya target khusus mengenai jumlah suara. Dirinya tetap optimis bisa melanjutkan kepemimpinan di periode 2026-2030.
“Saya sebagai salah satu kandidat tidak punya target (jumlah suara), saya serahkan sepenuhnya pada mekanisme yang ada secara demokratis dan profesional,” jelas Prof JJ.
Prof JJ mendorong seluruh pihak mendukung siapapun nantinya terpilih menjadi Rektor periode 2026-2030. Proses Pilrek merupakan agenda rutin untuk menemukan pemimpin yang bisa membawa Unhas ke level yang lebih tinggi.
“Siapapun yang terpilih kita akan support dan Unhas harus tetap utuh menjadi institusi yang kokoh dan bermartabat serta tidak terpecah belah. Unhas harus selalu bersatu, agar semakin kuat berkontribusi untuk kejayaan bangsa dan masyarakat Indonesia,” kata Prof JJ.
Calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Sukardi Weda percaya diri hadapi pemilihan tingkat Majelis Wali Amanat (MWA). Guru besar Universitas Negeri Makassar (UNM) ini mengejutkan publik usai terpilih dalam tingkat senat akademik. Satu suara mengantar Prof Sukardi Weda maju dalam tiga besar calon Rektor Unhas.
Dirinya bersaing dengan dua orang berdarah Unhas, Prof Jamaluddin Jompa dan Prof Budu. Prof Sukardi Weda optimis kembali bisa mendapat suara di tingkat MWA. Meskipun dirinya tidak pernah melakukan komunikasi dengan satupun anggota MWA Unhas. Prof Sukardi Weda mengaku hanya mengandalkan tawaran program kerjanya guna mendulang suara.
“Kalau terkait suara, sama dengan senat lalu. Saya tidak pernah melakukan komunikasi dengan siapapun. Sama kesempatan ini. Semoga dengan pemaparan visi misi, bisa menarik perhatian MWA memberikan suara ke saya,” ujar Prof Sukardi.
Prof Sukardi Weda menyebut seluruh calon memiliki kesempatan yang sama duduk sebagai rektor. Masing-masing calon punya kesempatan menawarkan visi dan misi dihadapan anggota MWA. Kesempatan itu disebut Prof Sukardi Weda akan dimanfaatkan menarik minta pemilik suara.
“Saya yakini semua calon punya kesempatan sama. Hemat saya terletak pada program kerja yang tertuang dalam visi misi yang katanya diberikan waktu 5 menit. Saya akan sampaikan 11 program unggulan saya, dan di brakedown ke 3 core itu,” kata Prof Sukardi Weda.
Terdapat tiga arah pembangunan yang dicanangkan Prof Sukardi Weda. Dua diantaranya yakni peningkatan reputasi akademik dan kesejahteraan sivitas akademika. Arah pembangunannya dalam meningkatkan kenyamanan menarik minat publik. Prof Sukardi Weda berencana membangun jalan layang atau fly over di pintu masuk Unhas.
Dirinya merangkum salah satu permasalahan meresahkan yakni kemacetan akses keluar – masuk Unhas. Terlebih pada jam tertentu, pagi maupun sore hari. Kemacetan panjang seringkali harus diterjang baik pintu 1 maupun pintu 2 Unhas.
“Untuk bisa diurai hemat saya perlu dibangun jalan layang mulai dari lingkaran Unhas dibangun sampai ke arah kota. Dengan adanya jalan layang itu kemacetan terurai,” Kata Prof Sukardi Weda.
Prof Sukardi Weda menyebut fly over ini bisa dibangun mulai dari perempatan tugu depan Hotel Unhas. Kemudian arahnya menuju Jl Perintis Kemerdekaan dan melintas menuju arah pusat kota.
Pemilihan di tingkat MWA ini berlangsung di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Ketiga calon rektor akan berebut suara dari 17 sosok pemilik hak suara. Dalam tubuh MWA Unhas sebenarnya ada 19 anggota. (uca)



