Baru-baru ini, sebuah keluarga warga desa di Guizhou, TIongkok sedang menyembelih babi tahun baru. Kayu bakar dan air panas sudah disiapkan. Ketika semua orang hendak mulai, seekor babi besar tiba-tiba berlutut dengan kedua lututnya, tidak meronta dan tidak berteriak, hanya menundukkan kepala dengan tenang, seolah memohon ampun kepada pemiliknya. Pemandangan ini membuat semua orang yang hadir tertegun.
EtIndonesia. Menjelang Tahun Baru Imlek, setiap rumah tangga mulai menyembelih babi tahun baru untuk menyiapkan persediaan pangan. Seorang warganet mengunggah video yang menunjukkan bahwa pada 8 Januari, sebuah keluarga di Guizhou menyembelih babi tahun baru, dan para tetangga datang membantu.
Seseorang memindahkan rangka kayu untuk menyembelih babi ke halaman rumah. Pisau sembelih sudah diasah dan diletakkan di dalam baskom besar dari baja tahan karat. Tukang sembelih juga telah menyiapkan tali rami tebal untuk mengikat babi.
Seorang perempuan jongkok di dekat tungku, menyalakan api. Air di dalam kuali besi besar sudah mendidih, mengeluarkan uap panas yang mengepul ke atas.
Saat itu, pemilik rumah menuntun babi besar yang telah dipelihara selama setahun untuk keluar. Tepat ketika hendak disembelih, terjadi pemandangan yang mengejutkan.
1月8日,貴州一村民家中殺年豬,沒想到豬撲通一聲,雙膝跪下,驚呆眾人。 pic.twitter.com/jNhsPEDQ3H
— ying tang (@yingtan04410735) January 11, 2026Babi besar itu berjalan ke dekat rangka kayu penyembelihan, lalu tiba-tiba berlutut dengan kedua lututnya, tidak meronta dan tidak menjerit, hanya menundukkan kepala dengan tenang, mengambil posisi seperti memohon ampun.
“Dia berlutut!” teriak seorang warga desa dalam video tersebut. Orang-orang pun menunjuk ke arah babi itu dan mulai membicarakannya.
Biasanya, saat desa menyembelih babi tahun baru, babi akan ketakutan begitu mendengar keributan, berlari ke sana kemari, dan perlu beberapa orang untuk menahannya. Namun babi besar ini justru diam berlutut di tanah, kepalanya menyentuh tanah, telinganya terkulai, dan mempertahankan posisi itu dengan tenang.
Tak peduli bagaimana orang-orang di sekitarnya berteriak atau bergerak, babi besar itu tidak meronta dan tidak menjerit, hanya menundukkan kepala, sesekali mengangkat pandangan matanya ke arah orang-orang di sekelilingnya.
Menurut warganet yang mengunggah video tersebut, sang pemilik tidak tega menyembelih babi itu, lalu menuntunnya kembali ke kandang.
Video babi yang berlutut ini memicu perbincangan hangat di kalangan warganet. Banyak yang berkomentar:
“Semua makhluk hidup memiliki naluri untuk bertahan hidup. Tindakan babi ini menyentuh bagian paling lembut di hati manusia.”
“Segala sesuatu memiliki roh dan kepekaan. Jangan membunuh makhluk hidup. Di masa depan, kebaikan itu akan kembali kepada Anda. Peliharalah dia dengan baik, keluarga Anda pasti akan makmur, penuh keberuntungan, dan diberkahi!”
“Jangan dibunuh, pelihara saja! Ini makhluk yang peka.”
“Semua makhluk punya jiwa, tidak boleh dibunuh.”
Ada pula warganet yang mengatakan:
“Seberapa pun miskinnya, jangan membunuh babi yang berlutut.”
“Babi ini tidak boleh dibunuh. Jika dibunuh, keluarga bisa tertimpa musibah besar—banyak contoh sebelumnya yang terbukti.”
Konon, dalam peribahasa rakyat Tiongkok terdapat ungkapan:
“Ada tiga jenis babi yang tidak boleh disembelih:
pertama, babi yang berlutut;
kedua, babi bercakar lima;
ketiga, babi berbadan hitam dengan kepala putih.
Petuah dari orang-orang tua pasti ada alasannya.”
Laporan gabungan oleh reporter Luo Tingting / Wen Hui




